MAKASSAR, BKM–Partai Golkar diprediksi masih mendominasi perolehan kursi, baik untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten Kota. Pada Pemilu legislatif (Pileg) 14 April 2019 lalu Golkar masih merajai semua daerah.
Namun pada Pileg 17 April 2019 mendatang, apakah Golkar mampu mempertahankan dominasinya atau bahkan parpol lain yang akan mendominasi perolehan kursi menggeser partai yang dipimpin HAM Nurdin Halid.
Khusus untuk DPR RI di Dapil Sulsel II meliputi kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Parepare, Barru, Pangkep dan Maros, partai berlambang pohon beringin rindang ini meloloskan dua kadernya beraktifitas di Senayan. Keduanya yakni Andi Rio Idris Padjalangi dan Syamsu Bachri. Sementara tujuh Parpol lain masing-masing hanya mampu meloloskan satu kadernya yakni Andi Iwan Darmawan Aras dari Partai Gerindra, Nasyit Umar dari Partai Demokrat, Andi Yuniani Paris yang menggantikan Andi Taufan Tiro dari Partai Amanat Nasional (PAN), serta Andi Jamarro A Dulung yang menggantikan almarhum Andi Muh Galib dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Tiga nam lainnya yakni Akbar Faisal dari Partai Nasdem, Syamsu Niang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Andi Akmal Pasluddin dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Pemerhati politik dari Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menilai jika Partai Golkar tidak bisa menjamin dapat mempertahankan dua kursinya di Pileg mendatang, walaupun dihuni caleg-caleg populer, sebab Parpol lain pun memasang caleg yang sama-sama kuat.
Suwadi mencontohkan, PAN yang memasukkan nama Abd Aziz Qahhar Mudzakkar, Hj Suhartina Bohari, Andi Yuliani Paris dan Andi Mahyanto Masda. “Aziz Qahhar dan Suhartina berpotensi menjadi mesin suara PAN,”ujar Suwadi, Jumat (27/7).
Tak hanya PAN, namun Partai Nasdem juga memasang caleg-caleg yang populer seperti Syahrul Yasin Limpo, Akbar Faisal, Lutfi Halide, serta istri Bupati Barru Hj Hasna Syam Suardi Saleh. “Artinya Golkar punya saingan untuk berebut dua kursi. Analisa saya antara Golkar, PAN dan Nasdem memiliki potensi untuk mengincar dua kursi ke Senayan,”jelas Suwadi.
Ditambahkan bila partai lain seperti Demokrat, Gerindra dan PDIP juga tak bisa diremehkan. Demikian pula seperti PPP, PKS, Hanura dan Perindo serta PSI juga tak ingin tinggal diam, meski perhitungan suara dan kursi nantinya menggunakan Sainte Lague yang menyulitkan setiap Parpol mendapat tiga kursi. (rif)
