SIDRAP, BKM — Masyarakat Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidrap sudah tiga bulan tidak menikmati suplai air milik PDAM.
Putusnya pasokan air ke wilayah tersebut karena PDAM belum melakukan perbaikan atas kerusakan jaringan pipa sehingga menjadi keluhan masyarakat setempat.
Kepala Kantor Cabang PDAM Tellu Limpoe, Syamsul Dengi mengakui air tidak mengalir lantaran ada kerusakan pipa di bagian titik sumber mata air Salo Kajarae.
“Ada satu pipa besi ukuran 8 inchi rusak karena tertimpah material longsor akibat banjir beberapa bulan lalu. Dan itu sudah di laporkan ke kantor PDAM di Pangkajene, Sidrap untuk secepatnya diperbaiki,” katanya Jumat (27/7). Dia mengakui, di wilayah itu ada 1.400 pelanggan Tapi dengan terjadinya kerusakan pipa, 300 pelanggan di Teppo dan Massepe tak menikmati air.
“Ini yang sementara diusahakan untuk secepatnya diperbaiki. Sebab tinggal satu pipa yang berfungsi dari dua pipa yang ada di titik sumber mata air itu,” tandasnya.
Sebelumnya air milik PDAM Sidrap ini dikeluhkan warga sejumlah wilayah seperti di Kelurahan Massepe, Pajalele, dan Desa Teppo, Baula dan Amparita Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap.
Warga beralasan kebutuhan air untuk keperluan mandi dan mencuci, terutama memasak tidak terpenuhi sehingga warga terpaksa ke sumur galian untuk antri mendapatkan air.
Begitu juga untuk memasak dan minum, masyarakat di daerah ini membeli air galon. “Ini sudah lama tidak jalan kalau nga salah sudah tiga bulan sebelum bulan puasa Idul Fitri lalu,” kata Asis (45) warga Massepe, Jumat, kemarin.
Warga lainnya Radi (50) mengaku, warga sudah beberapa kali melaporkan ke petugas PDAM terkait hal tersebut.
“Ini sering kita tanya ke petugas PDAM, namun dia bilang kewalahan dengan adanya penambahan pelanggan,” kesalnya. (ady/C)
