MAKASSAR, BKM — Rasa penasaran warga Makassar melihat langsung bentuk dan wujud obor Asian Games XVIII tahun 2018, terjawab sudah. Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto menerimanya dari Menteri Sosial Idrus Marham di Anjungan City of Makassar Pantai Losari, Minggu sore (29/7).
Wali kota yang akrab disapa Danny itu, menerima obor dari Mensos pukul 16.02 Wita usai prosesi penyerahan di Mako Lantamal VI dari kapal KRI Dewaruci.
Di Pantai Losari Makassar, penyerahan obor api abadi itu disambut dengan tarian anggaru. Selanjutnya, Danny langsung bergegas naik ke panggung. Sesekali sorakan warga terdengar saat wali kota mengangkat obor tinggi-tinggi untuk diperlihatkan kepada mereka yang hadir.
Dalam sambutannya, Danny menyampaikan rasa terima kasih atas terpilih Kota Makassar menjadi salah satu kota yang dilalui api obor Asian Games 2018. Apalagi Makassar merupakan sebuah kota yang terletak di tengah Indonesia.
“Api yang dihasilkan melambangkan semangat, prestasi, dan semangat sebagai tuan rumah yang dulu pernah ada di Indonesia tahun 1962. Ini momen sejarah dan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Kota Makassar,” kata Danny.
Karenanya, ia mengajak kepada seluruh masyarakat mendukung dan ikut menyemarakkan perhelatan Asian Games 2018 ini. Salah satunya bisa dilakukan dengan datang langsung ke Jakarta atau Palembang, yang menjadi lokasi perhelatan acara.
Mensos RI Idrus Marham menjelaskan, awal dimulainya Asian Games pada 1951 di India. Yang menarik kala itu, Asian Games menjadi sebuah forum pertemuan negara-negara yang baru saja merdeka.
“Olehnya itu, Asian Games ini bertujuan menggelorakan agar setiap daerah dan negara memajukan olahraga. Juga untuk menggelorakan nasionalisme negara-negara yang baru saja merdeka pada waktu itu,” terangnya.
Sehari sebelumnya, obor Asian Games berada di Bira, Kabupaten Bulukumba. Kemudian dinaikkan ke kapal KRI Dewaruci menuju dermaga Lantamal.
Penjabat Gubernur Sulsel Sumarsono ikut berlayar dan mengantar api abadi yang ditaruh dalam tinder box (lentera) tersebut. Soni kemudian menyerahkannya ke Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Madya (Laksma) TNI Siwi Sukma Adji.
Pukul 15.00 Wita, kemarin, KRI Dewaruci tiba di dermaga Lantamal. Upacara penyambutan dilakukan. Ribuan anak sekolah didampingi para guru mengular dari dermaga hingga pintu gerbang Lantamal VI. Tarian Pa’raga secara khusus menyambut rombongan yang membawa obor.
Seremoni penerimaan salah satu unsur penting dalam Asian Games tersebut dipimpin langsung KSAL. “Sengaja dilaksanakan di Dewaruci, karena khusus untuk Angkatan Laut, ini memiliki nilai historis yang baik sekali,” ujar Siwi.
KSAL didampingi Soni Sumarsono kemudian menyerahkan api yang ada dalam lentera. Kemudian menyalakan api dari lentera ke obor Asian Games, dan diserahkan ke atlet (duta) Asian Games.
Atlet yang menerima adalah Yustedjo. Ia merupakan mantan atlet peraih medali emas dua kali cabang olah raga tenis tahun 1978 dan 1982.
Soni menyampaikan, api obor tersebut memiliki arti dapat mengangkat nama baik Sulsel.
Setelah diserahkan, obor diarak dari Lantamal VI ke Tugu Mandiri. Selanjutnya diarak menggunakan konvoi kendaraan hingga ke Jalan Haji Bau.
Di sana, secara maraton, obor dibawa oleh sejumlah atlet dan mantan atlet asal Sulsel yang memiliki prestasi berskala dunia.
Obor itu pertama kali dibawa oleh Malik Faisal. Lelaki yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel itu pernah tercatat sebagai atlet selancar angin dunia. Malik mengarak obor tersebut hingga ke Anjungan Pantai Losari.
Sekitar pukul 17.00 Wita, kembali digelar seremoni atau penyambutan di Anjungan Pantai Losari. Tarian Angngaru, prosesi Pataka dan Tari Jenaka Gandrang Bulo mengiringi obor tersebut diletakkan di panggung yang sudah disiapkan.
Touch relay kemudian dilanjutkan dengan rute melawati Makassar Golden Hotel (titik kedua), Fort Rotterdam, Gedung Kesenian, SMP Negeri 6 dan Lapangan Karebosi. Kemudian ke Monumen Mandala, berbelok ke Jalan Chairil Anwar, ke Jalan Bontolempangan, ke jalan Arif Rate, Taman Segitiga, Taman Hasanuddin, ke Jalan Sawerigading, Lapangan Hasanuddin dan finish di Rujab Gubernur Sulsel. (arf-rhm/rus)
Momen Bersejarah Obor Asian Games di Makassar
