GOWA, BKM — Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, diperingati di Kabupaten Gowa dengan penuh keceriaan anak-anak yang terpusat di Baruga Karaeng Galesong Pemkab Gowa, Senin (30/7/2018) pagi hingga siang.
Kurang lebih 200 pelajar dari TK, SD, SMP, dan SMA hadir menyatu dan mengisi sejumlah permainan anak tradisional yang digelar panitia.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan bersama istrinya, Priska Paramita Adnan yang membawa serta dua anaknya yakni Keyla dan Arya turut larut dalam aksi permainan tradisional yang ditampilkan antara lain Addende-dende, Asing-asing, ular tangga dan lainnya.
Turut hadir dalam acara itu Ketua DPRD Gowa, Ansar Zaenal Bate, para anggota Forkopimda dan pejabat lingkup SKPD lainnya.
Dihadapan perhelatan Hari Anak ini, Bupati Adnan menegaskan agar kehidupan anak lebih diperhatikan sehingga anak-anak dalam kondisi yang prima, hak-haknya sebagai anak terpenuhi, hak bermainnya tidak terganggu dan lainnya.
Karena itu, kata Adnan, tidak boleh ada pernikahan usia dini. “Orangtua dilarang keras menikahkan anak-anaknya ketika usianya belum cukup, beri mereka pendidikan yang baik. Biarkan anak-anak kita tumbuh seiring waktu, biarkan mereka mendapatkan hak dasar anak, biarkan mereka bermain dan biarkan karakter mereka terbentuk dengan baik yang tentunya tetap dalam bimbingan orangtua,” tegas bupati.
Dikatakannya, jumlah anak yang menikah usia dini pada tahun 2016 di Gowa berjumlah 28 orang dan pada tahun 2017 hingga Mei 2018 menjadi 32 orang, ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang sangat tinggi.
“Olehnya itu peran pemerintah disini sangat diperlukan untuk memberi perhatian kepada orangtua dan masyarakat melalui pembinaan Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) yang telah kita bentuk,” jelas Adnan.
Tingginya angka pernikahan dini kurun dua tahun itu, disebabkan oleh pornografi online, prostitusi online atau cybercrime. Berdasarkan data dari asosiasi penyelenggara jasa internet indonesia (APJII) tahun 2016, jumlah pengguna internet di Indonesia ada 13,7 juta survey yang dilakukan oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi pada tahun 2017. Dari survey yang memilih smartphone itu sebesar 65,34 persen adalah anak usia 9 sampai 19 tahun.
“Kondisi inilah semakin mengkhawatirkan karena membuka peluang bagi anak-anak untuk terpapar pornografi, mereka ingin melakukan hal-hal yang merusak masa depan mereka sendiri, bahkan mereka ingin melakukan pernikahan diusia dini,” kata orang nomor satu di Gowa.
Adnan juga menyatakan rasa syukurnya karena berkat doa anak-anak di Gowa dan semua pihak yang ada, maka Kabupaten Gowa berhasil memperoleh penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI yang telah diterimanya pada Senin pekan lalu.
Adnan menuturkan bahwa Kabupaten Gowa merupakan kabupaten yang sangat fokus melakukan pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Karena anak-anakku sekalian yang ada disini anda-andalah yang akan menjadi pemimpin-pemimpin di Kabupaten Gowa kelak. Kalian ini yang akan menggantikan om-om dan tante-tante yang ada disamping kalian. Karena tentu tongkat estafet kepemimpinan akan jatuh pada anak-anakku sekalian,” tandas bupati.
Untuk mencapai semua impian dan harapan besar itu, Adnan pun mengingatkan para pelajar untuk mempersiapkan diri dengan belajar yang baik sejak masih sekolah.
“Insha Allah komitmen pemerintah Kabupaten Gowa akan tetap memprioritaskan peningkatan SDM dengan melakukan terobosan-terobosan dan inovasi-inovasi program pendidikan di daerah kita tercinta,” tambah Adnan. (saribulan)
