MAKASSAR, BKM — Menjelang siang sekitar pukul 10.30 Wita, Minggu (28/7) warga di Jalan Sungai Cerekang mendadak geger. Sesosok tubuh pria ditemukan tergeletak di depan sebuah warung penjual gorengan.
Tanpa dikomando, warga sekitar berbondong-bondong datang ke lokasi. Ada pula yang menghubungi Lurah Gaddong Andi Asdar, serta petugas Polsek Bontoala.
Tak lama berselang, aparat kepolisian dan Lurah Gaddong tiba di lokasi. Tidak lama kemudian datang pula keluarga korban. Sehingga proses identifikasi terhadap jenazah pria paruh baya berjalan lancar.
Korban bernama Daeng Sanneng (70). Sehari-harinya ia bekerja menjual gorengan di warung tak jauh dari jenazahnya ditemukan. Polisi kemudian mengevakuasinya ke Rumah Sakit Awal Bross guna memastikan kondisinya.
Ternyata, korban sudah tak bernyawa. Ia mengembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian, akibat penyakit yang dideritanya dan tiba-tiba menyerangnya.
Warga Tamalalang, Parangloe ini memiliki riwayat penyakit. Seperti disampaikan H Saki, ipar korban. Menurutnya, Dg Sanneng kerap mengeluh akan penyakit yang diidapnya.
“Biasa tiba-tiba datang penyakitnya. Dia mengaku kalau seringkali tekanan darahnya naik, yang mengakibtkan kondisinya lemas. Mungkin setelah melakukan aktifitas di tempat jualannya, tiba-tiba penyakitnya datang lagi. Sehingga dia lemas dan terjatuh hingga meninggal dunia,” jelas H Saki.
Lurah Gaddong Andi Asdar, mengaku terkejut saat menerima kabar adanya seorang pria dengan kondisi tak bisa bergerak di depan warungnya. Dia lalu ke lokasi untuk memastikan.
”Menurut keterangan keluarga, korban menjual gorengan di warung dekat mayatnya ditemukan. Mengidap penyakit tekanan darah tinggi dan biasa menyerang secara tiba-tiba,” ujar Andi Asdar. (ish/rus)
Penjual Gorengan Meninggal di Depan Warungnya
