Site icon Berita Kota Makassar

Pencuri di Kos Delapan Kali Tumbang Ditembak

MAKASSAR, BKM — Personel tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes Makassar mengevakuasi seorang lelaki ke Rumah Sakit Bhayangkara, Minggu (29/7). Pria bernama Farman alias Marlo (34) itu baru saja mendapat tindakan tegas aparat. Kakinya dihadiahi sebutir timah panas.
Ia ditembak karena melakukan perlawanan saat digiring dalam pengembangan kasus. Farman berusaha mengelabui petugas dan mencoba melarikan diri.
Dalam catatan kepolisian, tersangka diburu dalam kasus tindak pidana pencurian dan kekerasan (curas). Tim Jatanras Polrestabes yang dipimpin AKP Ivan Wahyudi didampingi Kasubnit 2 Ipda Ahmad Syah Jamal, berhasil melacak keberadaan Marlo.
Ia diketahui tengah berada di Jalan Sarappo. Proses penangkapan terhadap Farman berlangsung pada Jumat malam (27/7) sekitar pukul 22.00 Wita.
Saat terciduk, dari tangan pria yang bekerja sebagai kurir ekspedisi ini disita barang bukti satu unit gawai Samsung J7 Prime warna emas. Barang tersebut diduga hasil jarahan pelaku.
Kanit Jatanras Polrestabes Makassar AKP Ivan Wahyudi, mengatakan dari hasil interogasi tersangka mengakui perbuatannya. Bahkan menyebut ada sembilak titik lokasi yang pernah ditempatinya beraksi.
”Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku melakukan pencurian di sebilan tempat. Delapan di antaranya berlangsung di rumah kos. Yang diambil barang milik penghuni kos, seperti laptop dan gawai. Sementara satu titik lagi di rumah sakit bersalin. Di sana tersangka mengaku mengambil satu HP milik korbannya yang baru saja melahirkan,” jelas AKP Ivan Wahyudi menirukan pengakuan Firman.
Usai pemeriksaan, pada Minggu dini hari (29/7), tersangka digiring untuk pengembangan kasus. Dia diminta menunjukkan barang bukti hasil curiannya.
Namun di tengah perjalanan, Marlo membuat gerakan tambahan dengan tujuan mengelabui petugas. Ia kemudian berpura-pura lupa titik aksinya. Bahkan mendorong petugas hingga terjatuh. Setelah itu tersangka mencoba kabur.
Tiga kali tembakan peringatan dilepaskan. Namun, tersangka mengabaikannya. Malah mencoba menerobos masuk ke rumah warga.
Tak ingin hasil tangkapannya lolos, petugas mengambil tindakan tegas. Kaki tersangka dibidik dengan pistol. Dor… satu butir peluru melesat hingga mengenai kaki tersangka. Farman pun tumbang tak berkutik. (ish/rus)

Exit mobile version