Site icon Berita Kota Makassar

”Almarhum tidak Pernah Marah”

DIHUBUNGI terpisah, Kepala SMAN 1 Makassar M Syafruddin S, mengatakan keluarga besar SMAN 1 turut berduka cita atas berpulangnya ke rahmatullah sang guru olahraga.
Di mata Syafruddin, almarhum Sakaruddin adalah orang yang sabar. Hampir dipastikan tidak pernah marah. Jika ada sesuatu yang kurang berkenan atau tidak nyaman dihadapi, almarhum hampir tidak pernah mempersoalkannya.
“Almarhum itu sabar. Hampir kami semua sepakat, khususnya dengan guru-guru bahwa beliau itu tidak pernah marah. Ketika mungkin ada sesuatu yang tidak nyaman baginya, justru beliau tertawa. Tersenyum saja,” ungkap Syafruddin melalui sambungan gawai, kemarin.
Dia menceritakan, saat kejadian menimpa almarhum, dirinya tidak percaya. Karena gambar almarhum yang dikirim ke grup WA terlihat cukup parah dan susah dikenali.
“Jadi saya tidak terlalu yakin. Malam ketika saya tahu ada kejadian, semua orang klarifikasi ke saya apakah benar beliau. Saya berusaha untuk konfirmasi ke keluarga almarhum. Saya juga kehilangan kontak dengan anaknya, karena kebetulan anaknya itu sama dengan anak saya di SMA 5,” terang Syafruddin lagi.
Diapun memutuskan untuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo. Namun sampai di UGD, tidak ada nama almarhum tertera sebagai pasien. “Ternyata, almarhum sementera diobservasi bedah, ” jelasnya.
Walaupun tim dokter telah bekerja maksimal menyelamatkan nyawa korban, namun Tuhan berkehendak lain.
Menurut Syafruddin, pukul 15.00 Wita, dirinya mendapat kabar jika Sakaruddin telah meninggal. Diapun melayat ke rumah almarhum di bilangan Abdullah Dg Sirua.
“Informasinya, almarhum dibawa ke Bone pukul 21.00 Wita (tadi malam) untuk dimakamkan di sana,” imbuhnay.
Dia menambahkan, secara pribadi, dirinya belum tahu atau kenal persis pribadi almarhum, karena baru menjabat sebagai kepala SMAN 1 Makassar sekitar enam bulan.
“Tapi itu, beliau itu penampilannya kalem. Tidak banyak bicara. Dia itu adik letting saya di Olahraga UNM,” pungkasnya. (rhm/rus)

Exit mobile version