Site icon Berita Kota Makassar

Ayah dan Anak Terciduk Curanmor, Temannya Ditembak

MAKASSAR, BKM — Tiga komplotan pelaku pencurian dan kekerasan (curas) terciduk tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes Makassar. Mereka adalah Hamka Wijaya alias Hamka (36), Arman Maulana alias Arman (18) serta Bustam (34).
Hamka dan Arman merupakan ayah dan anak. Mereka berdomisili di Bantae-bantaeng. Sementara Bustam beralamat di Jalan Teuku Umar. Oleh polisi, Bustam terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan lantaran melakukan perlawanan.
Sepak terjang ketiga tersangka curas ini terungkap setelah satu dari mereka, yakni Bustam teridentifikasi oleh tim Jatanras pada Senin (30/7). Dipimpin Kanit Jantanras Polrestabes Makassar AKP Ivan Wahyudi didampingi Kasubnit 2 Ipda Ahmad Syah Jamal, tim turun langsung melakukan penyelidikan.
Dari hasil penyelidikan, diperoleh informasi dari warga bahwa Bustam yang dicari polisi tengah berada di Jalan Kerung-kerung. Polisi pun langsung bergerak ke lokasi.
Sebelum menangkap Bustam yang terbilang licin ini, tim Jatanras yang tiba dilokasi terlebih dahulu melakukan pengintaian. Orang yang dicurigai sebagai Bustam terlihat mengendarai sepeda motor. Dia singgah membeli rokok di sebuah warung.
Dari hasil penelusuran polisi, ternyata motor yang dikendarai Bustam menggunakan nomor plat gantung. Penyergapan pun dilakukan. Bustam diciduk tanpa perlawanan.
Dari tangannya diamankan barang bukti satu unit motor Honda Beat. Kendaraan roda dua yang digunakan Bustam saat itu diduga sebagai hasil curian. Dia pun digiring ke markas tim Jatanras guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepada polisi yang memeriksanya, tersangka Bustam mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian motor. Namun ia tak seorang diri. Melainkan dibantu oleh dua rekannya. Mereka tinggal di Banta-bantaeng.
Pengakuan Bustam ditindaklanjuti petugas. Ia dibawa untuk pengembangan kasus. Polisi memintanya menunjukkan barang bukti motor hasil jarahannya. Sementara personel lain memburu Hamka dan anaknya Arman.
Saat pengembangan kasus berlangsung, akal licik Bustam muncul. Ia mencoba mengelabui polisi dengan menunjukkan empat titik. Namun tak satupun yang jelas lokasinya menggadai motor curiannya.
Terakhir, Bustam meminta agar polisi berhenti di tepi jalan. Alasannya, dia hendak buang air kecil.
Tapi, ternyata itu hanya akal-akalannya saja. Ketika mobil petugas berhenti, Bustam langsung mengambil langkah seribu.
Kejar-kejaran pun terjadi. Upaya persuasif yang dilakukan polisi tak dihiraukannya. Termasuk tiga kali tembakan peringatan yang dikeluarkan.
Petugas pun mengambil tindakan tegas. Sebutir peluru menembus kaki Bustam, hingga akhirnya jatuh tersungkur. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.
Usai menjalani pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di kakinya, tersangka selanjutnya digiring ke markas tim Jatanras. Dengan terpincang-pincang dan meringis kesakitan, ia dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan. Di situ sudah ada Hamka dan Arman.
Melihat Bustam dengan kaki diperban, bapak dan anak itupun kemudian mengakui perbuatannya. Mereka bertiga pernah terlibat melakukan aksi pencurian motor di Jalan Landak Baru Lorong 8. Satu unit Honda Beat warna merah putih berhasil ia bawa kabur, setelah merusak kunci kontaknya menggunakan kunci letter T.
Mereka juga menyebut lokasi lain aksinya mencuri motor. Yakni di Jalan Banta-bantaeng dekat kanal. Di lokasi ini tersangka menggasak motor Honda Beat warna putih, juga dengan menggunakan kunci letter T.
Kanit Jatanras Polrestabes Makassar AKP Ivan Wahyudi, Selasa (31/7) menuturkan, satu dari ketiga tersangka terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan saat dibawa pengembangan kasus.
”Saat dibawa menunjukkan lokasi barang bukti, tersangka mencoba melarikan diri dengan alasan hendak buang air kecil. Karena mengabaikan tembakan peringatan, akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan,” jelas AKP Ivan.
Dari pengakuan ketiganya, lanjut Ivan, ada dua titik lokasi mereka beraksi. Yakni di Jalan Landak Baru dan Banta-bantaeng.
Selain tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Masing-masing satu unit motor Honda Beat warna merah putih. Satu alat isap sabu (bong). Satu kunci letter T yang digunakan pelaku melakukan aksinya. (ish/rus)

Exit mobile version