Site icon Berita Kota Makassar

Kadangkala Dibentak Warga yang Mengurus Izin

SEMUA pekerjaan pasti membutuhkan resiko. Tinggal resiko itu besar atau tidak. Begitupun dengan petugas loket yang dilakoni Ayu Sakinah di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kota Makassar.

Laporan: JUNI SEWANG

Orang banyak menilai bekerja di loket sangat mudah dan kurang resiko, sebab hanya duduk di kursi dan mengurus keperluan masyarakat. Tapi anggapan itu ternyata tidak benar. Sebagai petugas loket membutuhkan kesabaran dan semangat untuk bekerja.
Seperti suka duka yang dirasakan Ayu Sakinah. Wanita kelahiran 14 Agustus 1986 ini seringkali mendapatkan tindakan yang diluar batas seperti dibentak warga yang mengurus izin jika izinnya belum keluar. Padahal, cepat atau tidaknya izin keluar bukan tugas di loket.
“Suka dukanya banyak. Seperti kalau dibentak dan dimarah marahi sama pemohon, keterlambatan terbit izinnya. Padahal soal izin terbit bukan bagian loket yang tentukan. Loket hanya pengambilan saja, jadi terkadang solusinya biasa, tapi tidak ada yang mau mengerti. Saya tetap sabar menjelaskan dan arahkan ke pengaduan saja,” jelas Ayu.
Sebelum bertugas sebagai pegawai kontrak di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kota Makassar, ia pernah bertugas sebagai personel Satpol PP Pariwisata Kota Makassar pada tahun 2016.
“Tahun 2016, masuk Satpol PP Pariwisata Pemkot Makassar, tahun 2017 dipindahkan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu pemerintah kota Makassar,” katanya di depan penulis.
Dua tahun sebagai pegawai kontrak, dengan insentif yang diterimanya Rp450 ribu setiap bulan jauh berbanding dengan biaya yang dikeluarkannya setiap hari seperti biaya transpor ke kantor.
“Memang lebih besar biaya tranport daripada insentif yang saya terima setiap bulan. Bahkan insentif yang saya terima sebagai tenaga kontrak masih diterima di Kantor Satpol PP. Meski begitu saya tetap bersemangat untuk mengabdi untuk bangsa, negara dan daerah ini sebagai pelayan dan pengabdi masyarakat,” jelasnya.
Memang diakui, nasib antara seorang petugas loket di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kota Makassar, berbeda dengan petugas di loket parkir yang tidak selalu sama. Pertama adalah lokasi tempat kerja mereka. Bagi petugas yang beruntung, kotak tempat mereka bekerja terletak di dalam gedung. Mereka beruntung karena terhindar dari terik matahari dan curah hujan yang lebat. Dibandingkan dengan pekerja loket di luar gedung yang terkadang panas dan terkadang basah.(*)

Exit mobile version