Site icon Berita Kota Makassar

Pemprov Siapkan Satu Ekor Sapi Untuk Presiden

MAKASSAR, BKM — Menyambut Idul Adha 1439 Hijriah, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sulsel telah menyiapkan satu ekor sapi yang akan disumbangkan Presiden RI, Joko Widodo.

Sapi berjenis simental ini memiliki berat 920 kilogram dan merupakan hasil kawin suntik yang dilakukan peternak di Kabupaten Maros.
“Harganya sekitar Rp45 juta. Tahun ini Pak Presiden akan menyumbang satu ekor sapi di setiap provinsi. Untuk di Sulsel akan diserahkan di Lapangan Karebosi dan diwakili oleh Pj Gubernur Sulsel,” ujar Kepala DPKH Sulsel, Abdul Azis, Kamis (2/8).
Selain itu, DPKH juga menyiapkan 70 ribu hewan kurban siap potong. Jumlah ini merupakan hasil pendataan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel dari 1,6 juta ekor sapi dan kerbau yang ada.
Menurut Abdul Azis, pihaknya melalui Dinas Peternakan kabupaten-kota telah melakukan pendataan stok hewan kurban, terutama sapi jantan yang memenuhi persyaratan. Hasilnya didapatkan 70 ribu ekor.
“Kalau kebutuhan kita, belajar dari pengalaman tahun lalu sekitar 14 ribu ekor untuk Sulsel. Untuk yang dikirim ke luar daerah sekitar 26 ribu ekor. Makanya kita perkirakan tahun ini mungkin sekitar 40 ribu ekor yang disembelih untuk kurban,” katanya saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel.
Azis menambahkan, selama ini Sulsel menjadi penyuplai hewan kurban ke daerah Kalimantan dan seluruh wilayah Indonesia Timur. Untuk sentra produksi, ada di Kabupaten Maros, Bone, Sinjai, Sidrap, Enrekang dan Wajo.
Untuk mengantisipasi adanya hewan yang tidak layak, DPKH Sulsel telah membuat surat edaran kepada dinas kabupaten-kota agar dilakukan pemeriksaan anti mortem (sebelum penyembelihan) dan post mortem (setelah penyembelihan). Termasuk Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk hewan yang akan disembelih atau dikirim keluar daerah.
“Dalam waktu dekat kita akan lakukan pelatihan juru sembelih hewan kurban. Ini merupakan kerjasama dengan Dinas Peternakan, DPRD, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI),” jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perikanan dan Pertanian (DPP) Makassar melakukan pengawasan terhadap hewan kurban yang masuk ke Kota Makassar.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan kondisi hewan kurban apakah bermutu dan layak dijadikan hewan kurban di pelaksanaan Idul Adha atau tidak.
Bahkan hampir setiap malam, DPP Kota Makassar menurunkan tim gabungan di perbatasan Makassar seperti batas Makassar-Maros, dan Makassar-Gowa.
Tim gabungan diturunkan untuk memeriksa hewan ternak jenis sapi atau kambing yang masuk di Makassar melalui jalur darat. Adapun pemeriksaan meliputi surat-surat asal daerah hewan dan surat sehat hewan.
Kepala DPP Kota Makassar, Abdul Rahman Bando mengatakan, jelang pelaksanaan Idul Adha, pemerintah kota semakin intens melakukan pengawasan dan memperketat masuknya hewan ternak untuk kurban. Sehingga hewan kurban yang dijual benar-benar layak dan aman.
“Operasi akan terus dilakukan hingga usai pelaksanaan Idul Adha. Kami bentuk tim gabungan yang terdiri dari petugas DPP Makassar dan Satpol PP Makassar. Semua kendaraan pengangkut hewan diperiksa surat-suratnya hewan yang dimuat. Kalau tidak lengkap, kami larang masuk ke Makassar,” kata Rahman Bando.
Rahman menambahkan, pemeriksaan kondisi fisik hewan kurban mulai dilaksanakan pada H-7 Idul Adha. Semua tempat-tempat penjualan hewan dikunjungi memeriksa hewannya. Jika cacat pada fisik seperti pincang, mata rusak, daun telinga cacat dan usianya belum memenuhi, maka diminta untuk tidak di jual.
“Kalau untuk konsumsi sehari-hari atau bukan untuk di kurbankan tidak jadi masalah. Tapi kalau untuk ibadah kurban harus baik, sempurna, tidak cacat dan usia yang sudah layak,” tambahnya.
Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar mengimbau pemerintah kota Makassar harus mengintensifkan pengawasan jalur masuknya hewan kurban.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Makassar, Iqbal Djalil, menegaskan, banyaknya jalur masuk kambing dan sapi kurban membuat Pemkot Makassar harus berhati-hati. Olehnya itu, dewan meminta hewan kurban yang masuk ke Makassar perlu dilakukan pengecekan kesehatan dan harga hewan kurban.
“Idul Adha inikan tidak lama lagi, hewan kurban mulai masuk Makassar. Makanya, langkah yang harus diambil adalah mengawasi dengan menempatkan beberapa tim di jalur pintu masuk Makassar. Tim melakukan pengecekan kesehatan dan harga yang tentu tidak melambung tinggi,” ungkapnya saat di ruang Banggar DPRD Makassar.(rhm)

Exit mobile version