MAKASSAR, BKM–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel masih bersikukuh untuk menempatkan Wakil Ketua DPRD Sulsel Yusran Sofyan pada nomor urut 4 didaerah pemilihan (Dapil) V Sulsel meliputi Kabupaten Bulukumba dan Sinjai.
Yusran Sofyan yang juga Ketua Dewan DPD Aksi Kesetiakawanan Indonesia Raya (Aksira) Sulsel hanya dihargai dengan nomor 4 dari enam bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) yang ada di Dapil V.
Sejumlah kader menilai penempatan Yusran pada nomor urut 4 merupakan bentuk kekejaman praktek kotor “pengaturan” nomor urut caleg di internal Partai Gerindra Sulsel.
Padahal, Yusran merupakan mantan Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulsel di era kepemimpinan Andi Rudianto Asapa merupakan petahana.
Penempatan tersebut tentu menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat tentang mekanisme Partai Gerindra Sulsel dalam mengakomodir dan mengapresiasi kader-kader loyalisnya sehingga dapat berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap partai besutan Prabowo Subianto itu.
Wakil sekretaris DPD Aksira Sulsel Edy menegaskan bahwa seharusnya DPD Gerindra Sulsel menggunakan mekanisme partai. “Setau saya sistem nomor urut 1 sampai 3 biasanya diisi oleh kader partai, utamanya petahana.
Edi yang juga Ketua Satria Muda Indonesia Kabupaten Gowa mengaku ada fenomena yang terjadi di DPD Gerindra Sulsel. “Bisa jadi ada bacaleg pesanan atau bacaleg yang memiliki setoran besar hingga memunculkan polemik dalam internal partai,”ujar Edi. Edy memuji sosok Yusran Sofyan, apalagi dalam kapasistasnya sebagai wakil ketua DPRD Sulsel. “Beliau adalah kader murni Partai Gerindra.Juga sekaligus wakil ketua DPRD Sulsel. Seharusnya beliau mendapatkan tempat di nomor urut utama sebagai Bacaleg. Kalau begini berarti kaderisasi yang tidak berjalan.
Yusran yang dimintai tanggapannya hanya berkomentar pendek. “Jika kamu petahana, apa mau dapat nomor urut 4,”ujarnya balik bertanya.
Penempatan Yusran Sofyan pada nomor urut 4 apakah ada konspirasi mendapat tanggapan dari pengamat politik Dr Arief Wicaksono, Kamis (2/8). “Menurut saya, pada sistem pemilu kita saat ini yang masih menganut suara terbanyak, politik nomor urut ini tidak berpengaruh signifikan. Yusran Sofyan tetap punya peluang yang besar karena sudah punya modal 10 ribu suara lebih pda pemilu 2014. Bahkan kalau menurut saya, Yusran punya potensi bisa meningkatkan suaranya kedepan karena sudah menjalankan beberapa program di dapilnya ketika duduk di parlemen mewakili wilayah Sinjai dan Bulukumba,”ujar Arief.
Menurutnya, kalaupun dikatakan konspirasi, “Saya pikir bisa saja, mengingat Yusran Sofyan adalah figur muda dan dianggap aset gerindra masa depan, sehingga banyak yang mengincar posisinya di internal gerindra,”pungkasnya. (rif)