SINJAI, BKM — Pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait belum adanya sertifikat halal terhadap vaksin Imunisasi Measles dan Rubella (MR) membuat sebagian orangtua di Sinjai ragu untuk ikut imunisasi anaknya.
Para orangtua memilih tidak mengikuti imunisasi anaknya sebelum adanya sertifikat halal yang dikeluarkan MUI. Menurut mereka ini sangat penting untuk jaminan terhadap anak mereka.
“Kami selaku orang tua bingung dengan berbagai informasi tersebut, untung di sekolah anak saya belum dilakukan imunisasi, semoga secepatnya ada kejelasan,” ujar Yusuf bapak dari salah satu siswa SD.
Menurut dia sertifikat halal itu sangat penting sebagai jaminan produk terhadap anaknya sebagai muslim.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sinjai, Akhirani, S.KM kepada BKM, Jumat (3/8) mengatakan program imunisasi MR tetap dilanjutkan karena sudah dicanangkan dan merupakan program nasional dan mencegah Campak dan Rubella.
“Hingga hari kedua, jumlah anak di Sinjai yang sudah diimunisasi sebanyak 6.067 anak di sekolah TK dan SD. Meski demikian ada juga orang tua yang tidak mau anaknya divaksin dan itu kita hargai ” katanya.
Menurut Akhirani, vaksin MR aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia serta mendapatkan rekomendasi dari WHO. (din/D)
Bingung, Warga Tolak Imunisasi
