MAKASSAR, BKM — Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel mulai melaksanakan pekerjaan jalan provinsi di berbagai titik, sesuai perencanaan yang telah ditender.
Salah satu yang saat ini digenjot adalah tiga lokasi jalan provinsi yang dinilai cukup mendesak untuk diperbaiki di poros Samata-Bu’rung bu’rung.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Kawasan Mamminasata Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Joko Pribatin menjelaskan, pekerjaan di kawasan tersebut dibagi dalam beberapa kontrak.
Khusus untuk pengaspalan jalan dari simpang Samata ke arah Tun Abdul Razak, akan dilakukan sepanjang 1,5 kilometer. Proyek itu dikerjakan oleh PT Harfiah. Sudah empat hari aktifitas pengaspalan dilakukan di sana.
Jalan provinsi lain yang sementara dalam tahap pengerjaan adalah poros Tun Abdul Razak-Dr Leimena sepanjang 200 meter dengan nilai kontrak Rp8,3 miliar. Simpang Samata-Jalan Yasin Limpo sepanjang 0,5 km dengan nilai kontrak Rp6,6 miliar. Dan poros Bu’rung-bu’rung-Caranggi sepanjang 1,5 km dengan nilai kontrak Rp9,8 miliar.
Dari seluruh agenda kegiatan atau pekerjaan yang dilaksanakan tahun ini, ternyata perbaikan jalan tidak masuk dalam daftar tahun ini.
Menurut Joko, poros Hertasning memang tidak masuk dalam perencanaan tahun ini. Padahal, saat Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel, Jumras dilantik, ditekankan jika Jalan Hertasning menjadi salah satu prioritas yang harus diperbaiki. Pasalnya, intensitas atau volume kendaraan yang lewat di jalan tersebut sangat banyak. Jalan Hertasning merupakan salah satu jalan utama yang ada di Kota Makassar.
Di beberapa titik, sejumlah kerusakan jalan terjadi, kontur jalan tidak rata. Bahkan di salah satu titik, di depan Coffee Lovers ada lubang cukup besar yang cukup mengganggu kendaraan yang lalu lalang.
“Hertasning tidak masuk dalam program pekerjaan tahun ini. Semoga bisa direncanakan untuk tahun depan, ” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Jumras menjelaskan pekerjaan yang dilakukan saat ini merupakan program yang telah direncanakan dan ditenderkan dalam APBD 2018. (rhm)
Hertasning tidak Diprioritaskan Tahun Ini
