Site icon Berita Kota Makassar

Petani Lada Dibekali Strategi Pasar

LUTIM, BKM — Pemkab Luwu Timur tidak pernah berhenti mengupayakan agar petani lada dapat terus bertahan ditengah anjloknya harga lada.
Rendahnya harga jual lada tidak lepas dari panjangnya jalur distribusi dan permainan para tengkulak yang dianggap merugikan petani. Hal itu disebabkan petani lada belum bisa secara mandiri mengakses informasi tentang pasar lada baik dalam maupun luar negeri, ditambah melimpahnya hasil panen saat panen raya.
Pada seminar bertajuk “Peluang Pasar dan Strategi Pemasaran Ekspor Lada Luwu Timur” oleh Dinas Dagkop – UKM Kabupaten Luwu Timur bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementrian Perdagangan RI yang digelar di Gedung Pertemuan Batara kemarin.
Salah seorang pemateri Dika Rinakuki (Lokal Expert of CBI in Indonesia memaparkan peluang ekspor lada dari Indonesia cukup besar, meskipun saat ini Vietnam masih menjadi pengekspor lada terbesar di dunia.
Namun kualitas lada Vietnam jauh dibawah lada Indonesia. Ia mengungkapkan jika kwalitas lada Vietnam dipertanyakan dipasar Eropa. Bahkan lada Vietnam dioplos dengan lada dari Indonesia agar harganya bisa naik.
“Sebenarnya kita bisa mandiri dan mengekspor langsung ke Eropa,” ungkap Rina.
Menurutnya, agar bisa bersaing, petani lada di Luwu Timur harus mempertahankan kwalitas dan tau harga Internasional untuk lada. “Kita bisa mengakses informasi harga lada secara online sehingga kita tau posisi kita dan tidak bisa dipermainkan oleh tengkulak,” ungkapnya.
Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler yang ikut hadir, berjanji akan secepatnya melakukan perlindungan Indikasi Geografis untuk meningkatkan reputasi produk unggulan daerah yang dijuluki Bumi Batara Guru itu. (alp/C)

Exit mobile version