Site icon Berita Kota Makassar

Politisi Dipusaran DIAmi dan Appi-Cicu

MAKASSAR, BKM–Pemilihan Wali Kota makassar telah berakhir, dan hasilnya kolom kosong unggul dari pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) 27 Juni lalu.
Kini banyak politisi yang harap-harap cemas apakah dapat terpilih di DPRD Makassar pada pemilu legislatif (Pileg) 17 April 2019 mendatang, baik mereka yang berada di pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) sebelum didiskualifikasi maupun politisi yang berada di pusaran pasangan Appi-Cicu.
Tidak sedikit politisi yang berada di pusaran Appi-Cicu yang pasang badan demi menjaga marwah partai yang telah mengusung keduannya. Para politisi tersebut mulai dari Farouk M Betta, Rahman Pina, Andi Nurman, Melani Mustari serta Andi Hasir dari Partai Golkar, Erik Horas, Lisdayanti Sabri dan Baharuddin Ophier dari Partai Gerindra.
Selain itu, Supratman, Rudianto Lallo, Irwan Djafar dan Mario David dari Partai Nasdem, Sangkala Sadiko dari Partai Amanat Nasional (PAN), Busranuddin Baso Tika, Fasruddin Rusli, Sampara Sarip, Abdul Wahid, Abd Aziz Namu dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Tak hanya itu, juga ada nama Yeni Rahman, Irwan dan Haslinda dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta Yunus HJ dan H Jufri dari Partai Hanura. Dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terdapat nama Andi Vivin Sukmasari, William dan Munir Mangkana, sementara dari Partai Demokrat yakni Basdir.
Adapun nama-nama politisi yang masuk dalam dukungan pasangan DIAmi yaitu Adi Rasyid Ali, Abdi Asmara, H Syarifuddin, Fatma Wahyuddin, Susuman Halim dari Partai Demokrat, Yusuf Gunco dari Partai Berkarya, Arifin Dg Kulle dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Hamzah Hamid, Zaenal Dg Beta dan Hasanuddin Leo dari PAN, serta Mudzakkir Ali Djamil dari PKS dan Abdul Wahab Tahir dari Partai Golkar.
Jika ada politisi yang pasang badan, ada pula politisi yang tidak begitu akfit dan banyak yang menyebut politisi tersebut abu-abu. Mereka diantaranya Andi Abdul Kadir dan Shinta Mashita dari Partai Hanura, Muh Said dari Partai Bulan Bintang (PBB), Amar Busthanul dari Partai Gerindra, dan Muhammad Iqbal dari PKS. (ita/rif)

Exit mobile version