MAKASSAR, BKM–Program Pemerintah Kota Makassar dengan membagikan ponsel android untuk memperlancar tugas 996 ketua RW dan 4.975 ketua RT, ternyata belum maksimal berjalan. Pasalnya, masih ditemukan sejumlah ponsel ketua RT dan RW sudah rusak dan hilang.
Padahal, tujuan dari pembagian ponsel untuk RT/RW guna membantu tugas-tugas RT/RW, misalnya bukti kerja dengan menggunakan smartphone dapat melakukan pelaporan melalui aplikasi Whatsapp. Jadi sangat disayangkan bila tidak dimanfaatkan sesuai tujuannya.
Ketua RT 03 RW 04, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Isya mengaku, ia sudah lama tidak menggunakan ponsel adroid pembagian pemkot karena rusak.”Yang ponsel pembagianku rusakmi, tidak kupake, kalau mau ka kirim kirim laporan pake hp nya suamiku. Yang penting saya pertanggung jawabkan tugasku,” jelas Isya.
Ketua RT 01 RW 05, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Ahmad Dardi, juga mengakui jika ia tidak menggunakan ponsel pembagiannya karena kecurian.”Pake ponsel sendiri ini, karena ponsel pembagian hilang dicuri, tapi sudah maka melapor kalau hilang. Ini saya pake hp sendiri,” kata Ahmad Dardi.
Menyikapi hal itu, Bagian Perlengkapan Sekretariat Pemerintah Kota Makassar, meminta seluruh Ketua Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT-RW) pengguna ponsel android merk Oppo dari pemerintah kota untuk melaporkan masalah kerusakan ke kantor kecamatan masing-masing. Karena puluhan ribu unit smartphone telah diinventarisir masing-masing kecamatan pascaserah terima.
“Semua smartphone yang dipegang ketua RT-RW sudah menjadi tanggungjawab dari masing-masing kecamatan. Smartphone android diinventarisir setiap kecamatan usai serah terima dan sebelum digunakan oleh ketua RT-RW,” kata Aidil, Senin (6/8).
Aidil menambahkan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan langsung dari ketua RT-RW terkait masalah-masalah kerusakan smartphone. Begitupun laporan dari kecamatan.
“Selama ini setelah diserahkan di kecamatan, tidak ada ji yang rusak. Ini juga tanggungjawab kecamatan setelah digunakan,” jelasnya.(ita-arf-jun)
