MAMUJU, BKM — Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sulbar diharap menjadi motivator dalam rangka mendorong pembangunan yang telah diprogramkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar.
”Kepada teman-teman PWRI, jangan hanya tinggal diam. Harus tampil dan mampu memotivasi masyarakat yang ada di lingkungan masing-masing. Juga ikut membantu menyosialisasikan program pemerintah yang ada,” kata Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar pada pelantikan pengurus PWRI Provinsi Sulbar yang berlangsung di ruang pertemuan lantai 3 kantor gubernur Sulbar, Jumat (3/8).
Ali Baal mengatakan, deklarasi penyatuan pensiunan sipil ditingkat pusat dilakukan pada 8 April 1993. Saat itu, tidak kurang dari 40 organisasi pensiunan seluruh Indonesia, menghimpun dalam satu wadah tunggal yaitu PWRI.
”Pada hari ini, kita bersyukur dapat melantik pengurus PWRI Sulbar baru. Mudah-mudahan PWRI dimasa depan tetap dapat berkarya kepada masyarakat, bangsa, dan negara khususnya di Sulbar,” harap Ali Baal.
Terkait masih ada dua kabupaten yang belum membentuk PWRI, yakni Kabupaten Pasangkayu dan Mamasa. Melalui kesempatan itu, Ali Baal meminta kepada kedua kabupeten tersebut dapat segera membentuk kepengurusan PWRI, agar ke depan dapat bekerja sesuai program kegiatannya.
Ketua PWRI Sulbar, Hasan Basri menyampaikan, dalam rangka mendukung pembangunan nasional termasuk di Sulbar, perjalanan panjang yang ditempuh PWRI selama ini, telah banyak diisi pengabdian kegiatan masyarakat yang dapat mempererat PWRI.
”PWRI Sulbar bertekad meningkatkan kiprah dalam pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat jati diri bangsa, khususnya Sulbar,” ucap Hasan Basri.
Hasan menjelaskan, PWRI itu adalah organisasi pensiun di seluruh departeman yang disatukan menjadi satu wadah. Kepengurusannya mulai dari tingkat pusat, kelurahan sampai ke desa.
”Wreda adalah orangtua dan tama adalah utama. Jadi Wredatama adalah orangtua yang utama,” terang Hasan
Hasan menambahkan, berdasarkan data PT Taspen Cabang Mamuju, jumlah pensiunan di Sulbar pada April 2018 sebanyak 11.904 orang. Sedangkan pensiunan di seluruh Indonesia pada Desember 2016-2017 sebanyak 23 juta orang. Sehingga Wredatama yang dikelola PT Taspen Indonesia berjumlah 2,5 juta orang.
Turut hadir, Kepala Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai BKD Sulbar, Muhammad Arif, kepala PT Taspen Cabang Mamuju, Imam Syari’at, serta undangan lainnya. (ala/mir/c)