Site icon Berita Kota Makassar

Wakil Ketua DPRD Sulsel Masih Nomor 4

MAKASSAR, BKM–Nomor urut pada daftar bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) Partai Gerindra di Sulawesi Selatan masih terus berpolemik.
Bahkan penempatan wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel Yusran Sofyan pada nomor urut 4 didaerah pemilihan (Dapil) V Sulsel meliputi Kabupaten Bulukumba dan Sinjai diprediksi akan menurunkan elektoral partai berlambang kepala burung garuda ini pada Pemilu legsilatif (Pileg) 17 April mendatang.
Wakil Sekretaris Aksira Sulsel Edhi mengaku khawatir jika Yusran Sofyan tetap ditempatkan pada posisi nomor urut 4 maka dikhawatirklan elektoral Partai Gerindra, khususnya di Dapil V akan menurun. “Bisa saja penempatan tersebut berdampak pada penurunan suara gerindra, khususnya di Dapil tersebut,”ujar Edhy yang juga Ketua SMI Kabupaten Gowa ini.
Wakil Ketua DPD partai Gerindra Sulsel Syawaluddin Arif mengemukakan bahwa Partai Gerindra selalu mengedepankan kader dan menjaga agar marwah dan wibawa partai tetap yang utama. “Soal nomor urut sudah menjadi ketentuan dan juklak serta juknis yang tidak bisa diganggu gugat. Adalah keputusan partai bila semua kader harus mengikuti, termasuk wakil ketua DPRD,”ujar Syawal-panggilan akrab Syawaluddin Arif, Selasa (7/8).
Menurutnya, Juklak dan Juknis nomor urut caleg sudah ditetapkan jika nomor urut 1 diberikan kepada petahana, termasuk wakil ketua DPRD di berikan hak istimewa untuk memilih dan menentukan nomor urut berapa saja. “Kedua, pengurus partai yang aktif juga prioritas dalam penyusunan nomor urut,”jelas Syawal.
Terkait adanya ancaman elektoral partai akan menurun mendapat tanggapan dari Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel Andi Idris Manggabarani (IMB). Menurut IMB, nomor urut tidak mempengaruhi keterpilihan seseorang. “Tidak terpengaruhji karena nomor urut bukan jaminan terpilih, dan semua secara internal sudah kita bicarakan dengan baik. Jadi tidak ada masalah,”pungkas IMB yang juga bacaleg DPR RI lewat Dapil Sulsel I.
Dosen politik Unismuh Makassar Arqam Azikin mempertanyakan indikator penempatan nomor urut bacaleg di Gerindra. “Agar Caleg tidak saling mencurigai, harusnya ada penyampaikan kepada bacaleg yang bersangkutan, apalagi jika ia seorang petahana,”ujar Arqam. (rif)

Exit mobile version