TERLEPAS dari niatnya untuk membeli rumah dari hasil menjual es kelapa muda. Ternyata omset yang didapatkan Sandi, terbilang lumayan besar setiap bulannya. Sandi bisa mengantongi Rp15 juta setiap bulannya.
Laporan: ARDHITA ANGGRAENI
Nilai itupun diluar dari jualan lainnya seperti es campur, es buah dan es kelapa muda yang ia jual rata-rata sebesar Rp12.000. Ia menjual kelapa di gerobaknya dengan harga Rp10 ribu perbiji dan Rp 5 ribu per gelas. Menurutnya, lebih banyak untung jual per gelas, karena satu biji kelapa bisa untuk tiga gelas.
“Sebenarnya murahki kalau kita ambil sendiri di Jeneponto. Tapi rata-rata kita ambil kelapa dari pengepul ji mencapai 3.000 biji. Biasanya saya dapat sehari itu Rp500-650 ribu. Uangnya istriku yang aturki,” ungkapnya di depan penulis.
Bahkan omset terbesar yang ia dapatkan pada saat bulan ramadan, sebab melonjaknya permintaan dan keuntungan diperoleh hingga Rp3 juta perhari.
Menurutnya dari hasil berjualan kelapa dia berharap kedepannya bisa menyimpan uang itu sebagai bekal untuk menyekolahkan anaknya dan mencukupi kebutuhan hidup keluarga.”Dengan berjualan kelapa saya berharap ada simpanan untuk anakku, karena tidak setiap saat kita dapat banyak uang,” ujarnya.
Selain itu menurut Sandi, untuk resiko usaha es kelapa muda terbilang kecil, selain persaingan antara pengusaha es yang lain seperti es buah, cincau, es cendol, cuaca juga mempengaruhi usaha ini.
“Kalau cuaca tidak mendukung kita bisa mensiasati dengan cara mengurangi dulu pasokan kelapa. Untuk bisa membuat modal dan pasokan menjadi seimbang, karena kalau tidak begitu, daan kita sama kan dengan hari biasanya, bisa rugi besar kak, karena tidak baikmi rasanya,” ujarnya.
Di depan penulis Sandi mengaku berjualan es kelapa muda di pertigaan Jalan AP Petta Rani-Rappocini, sudah 10 tahun lamanya. Bahkan ia sudah menggantungkan hidup dan mata pencariannya dengan berjualan kelapa muda.
“Sudah lama mi saya jualan sejak umur 10 tahun. Ini sebenarnya jualannya bapak, tapi saya yang kerjakan sekarang. Kalau bapak sudah 20 tahun mi berjualan,” bebernya.
Selain Sandi, ada seorang kerabatnya turut membantu melayani pembeli. Sedangkan istrinya melayani pembeli khusus es kelapa muda, es buah dan es campur. Bahkan pembeli kelapa muda biasanya mulai berdatangan mulai pukul 09.00 pagi hingga 10.00 malam.
“Saya menumpang di tanah orang, sekalian jaga dan buka jualan juga disini. Kadang kalau habis kelapa, baru berjualan mangga,” ucapnya.(ita)
