MAKASSAR, BKM–Dua dari tiga partai politik (Parpol) pengusung pasangan gubernur dan wakil gubernur Sulsel terpilih Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) dikabarkan gamang menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan dihelat 19 April 2019 mendatang.
Kedua parpol tersebut yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di Pilres nanti, kedua Parpol tersebut akan memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Anis Sandiaga Uno, sementara satu Parpol lagi yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan bekerja guna memenangkan pasangan Joko Widodo-Prof Dr KH Ma’ruf Amin.
PAN dan PKS akan membangun posko bersama di Sulsel dengan sejumlah partai koalisi lainnya seperti Partai Gerindra, Partai Demokrat dan Partai Berkarya.
Adapun PDIP tentu akan membangun posko pemenangan bersama Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Perindo dan PSI.
Legislator PKS Sulsel Ariady Arsal mengaku tidak gamang atau galau jelang Pilpres mendatang. “Insya Allah, tidak gamangji. Teman-teman dudah saling memahami kemungkinan posisi usungan Pilpres masing-masing. Bahkan sejak masa kampanye yang lalu. Termasuk Prof Andalan sudah memahami kemungkinan perbedaan pilihan ini,”ujar Ariady Jumat (10/8).
Ariady Arsal yang pada Pileg mendatang maju untuk DPR RI lewat Dapil Sulsel I mengaku jika partai-partai akan bekerja profesional apalagi pilpres bersamaan dengan pileg. “Saya yakinj partai-partai akan bekerja profesional, apalagi Pilpres akan digelar bersamaan dengan Pileg,”ujar Ariady.
Hal berbeda dilontarkan politisi PAN Sulsel Andi Darwis Duddu. Menurutnya, perbedaan pilihan di Pilpres tidak selurus dengan pilihan di Pilgub Sulsel kemarin. Menurutnya, perbedaan tersebut merupakan hal yang biasa. “Ah biasaji didalam dunia politik seperti ini,”ujar Darwis Duddu kemarin.
Terpisah, sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sulsel Rudy Pieter Goni menegaskan bahwa perintah atau keputusan partai adalah suatu hal yang wajib di jalankan.
“Tapi kami yakin, dengan kerjasama di Pilgub kemaren.
Kita walau berbeda pilihan di Pilpres, tapi saling menghargai dan memberi ruang tetap terjaga.
Suatu kompetisi tetap satu pemenangnya,”jelas RPG yang juga legislator Sulsel dua periode ini.
RPG yang kembali akan bertarung di Pileg pada periode ketiga menambahkan bahwa dirinya sebagai anak bangsa menilai jika Pilpres di Sulsel akan kondusif. “Saya yakin sebagai anak bangsa, pemilihan presiden di Sulsel akan kondusif. Budaya sipakatau, sipakainge dan sipakalebby sangat mewarnai partai-partai di Sulsel.
Terbukti pilkada serentak kemarin berjalan lancar.
Kebijakan elit politik dan kedewasaan masyarakat menjadi kunci
keberhasilan melaksanakan pemilu jurdil damai dan aman,”pungkas RPG.
Sal ancaman kegamangan bagi parpol koalisi mendapat tanggapan dari Dosen politik Unhas Dr Azwar Hasan. “Ya mereka pada akhirnya harus berpisah dan berkompetisi di ajang Pilpres. Dilemmanya ketika ada komitmen politik gubernur terpilih terhadap parpol untuk menaikkan jumlah kursi di DPR oleh parpol pengusung,”ujar Azwar Hasan. (rif)
Parpol Koalisi Prof Andalan Gamang di Pilpres
