MAKASSAR, BKM– Pemerintah Provinsi Sulsel saat ini sementara menggodok kebutuhan tenaga analisis keuangan. Formasi ini sangat penting dan strategis karena bertugas mengelola keungan daerah secara baik dan benar.
Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Sulsel Syamsul Rizal Syam menjelaskan saat ini, pihaknya menggandeng konsultan asal Jerman, Giz, untuk menganalisa tingkat kebutuhan Pemprov Sulsel.
“Ini yang mau kita dorong ke depan, bagaimana betul-betul ada orang nanti yang akan berminat ke situ dengan jabatan tersebut, ” ungkap Syamsul Rizal.
Dia melanjutkan, setial Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nantinya akan ditempatkan satu tenaga analisis keuangan.
Jabatan ini nantinya, tambah Syamsul Rizal, merupakan jabatan fungsional yang karirnya sangat menjanjikan.
Untuk perekrutan tenaga analisis keuangan itu, ada beberapa alternatif yang akan dilakukan. Diantaranya melalui uji kompetensi terhadap ASN yang dinilai punya kelaikan. Setelah itu, dilatih dan ditingkatkan kemampuannya oleh Badan Diklat. Namun bisa juga diusulkan untuk dibukakan formasi atau bisa juga impassing.
“Prosesnya nanti kita buat formasi dulu. Setelah itu disebarkan ke semua OPD. Setelah itu, modelnya kita rekrut baru, bisa juga impassing. Kalau impassing pegawai yang sudah ada berminat itu yang kita godok. Berdasarkan angka kredit. Semoga saat gubernur baru, kita suda dilakukan,” ungkapnya.
Kementerian Keuangan bersama GIZ akan membantu Pemprov Sulsel melaksanakan rencana tersebut. Ada tiga provinsi yang akan menjadi pilot project dalam menghadirkan tenaga analisis keuangan tersebut. Salah satunya adala Provinsi Sulsel. (rhm)
Pemprov Butuh Puluhan Analisis Keuangan
