PANGKEP, BKM — Sebanyak 65 kepala desa (Kades) dari Kabupaten Pangkep, melakukan studi pengembangan wawasan ke Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jakarta. Kunjungan para Kades dan staf desa ini, masing-masing memakai anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD).
Dari informasi yang dihimpun pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Diperkirakan jumlah ADD yang dipakai untuk 65 Kades dan staf sebanyak Rp600 juta. Bukan hanya Kades yang berangkat ketiga wilayah provinsi di Pulau Jawa.
Sejumlah staf desa seperti sekretaris dan bendahara ikut serta dalam studi pengembangan wawasan dari tanggal 2 hingga 6 Agustus 2018 ini. Dana tersebut diambil dari ADD 2018 tiap desa dengan rincian satu Kades dianggarkan Rp6 juta. Apabila ikut berangkat misalnya bendahara, maka dananya mencapai Rp12 juta.
Pemberangkatan Kades dan beberapa staf desa diakui Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Kabid Pemdes) Pemkab Pangkep, Arisal Hasan yang dihubungi BKM, Kamis (9/8). Arisal menjelaskan, anggaran studi pengembangan wawasan diambil dari ADD dan tidak semua kepala desa dari 65 desa ikut studi pengembangan wawasan.
”Tidak semua Kades berangkat. Ada yang diwakili oleh bendahara atau sekertaris. Adapun tujuan study wawasan ini untuk melihat potensi desa lain dan bisa belajar dari Desa yang dikunjungi. Terutama Kades yang ingin belajar tentang kesuksesan Bumdes dari Desa yang dikunjungi. Pokoknya kita ingin aparat SDM desa mengalami peningkatan,” kata Arisal. (udi/mir/c)
Studi Wawasan Kades Pangkep Pakai ADD Rp600 Juta
