BONE, BKM — Tim dosen Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Hasanuddin (Unhas) berbagi ilmu kepada sejumlah peternak di Desa MattirowaliE, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone 5 Agustus lalu.
Kegiatan ini dilakukan atas kerja sama Fapet Unhas dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unhas. Kegiatan ini dilakukan untuk menyosialisasikan penerapan inovasi teknologi peternakan kepada para peternak.
Ketua tim kegiatan, Dr Muhammad Irfan Said, SPt, MP dalam rilisnya, Senin (13/8) mengatakan salah satu permasalahan mendasar dalam pengembangan usaha peternakan rakyat adalah tingkat produktivitas ternak yang belum optimal.
Optimalisasi proses produksi usaha peternakan, lanjut Irfan, ditentukan beberapa faktor. Diantaranya pakan (feeding), perbibitan (breeding) serta aspek tatakelola (management).
“Inovasi-inovasi teknologi yang terkait dengan hal tersebut perlu disosialisasikan dan diterapkembangkan khususnya bagi usaha peternakan rakyat. Terkait dengan hal tersebut, tim dosen Peternakan Unhas bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unhas mengadakan kegiatan sosialisasi dan penerapan inovasi teknologi peternakan kepada para peternak khususnya sapi pedaging di Kabupaten Bone dengan skim Program Pengabdian Masyarakat Unhas (PPMU)-Program Kemitraan Masyarakat (PKM),” jelas Irfan.
Irfan menjelaskan kegiatan pelatihan hanya berlangsung selama sehari yakni 5 Agustus lalu. Tetapi, program pendampingan teknologinya akan dilaksanakan selama bulan Agustus-November 2018.
Selain Irfan, tim ini juga beranggotakan Dr. Ir. Hj. St. Rohani, M.Si dan Muhammad Hatta, S.Pt, M.Si.
Beberapa inovasi-inovasi teknologi yang didiseminasikan dalam kegiatan tersebut diantaranya teknologi pengolahan pakan fermentasi dan pakan penguat, pengolahan limbah ternak, kesehatan ternak serta teknologi pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) sebagai dekomposer fermentasi alami.
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 25 orang petani/peternak yang tergabung dalam 2 kelompok tani/ternak yakni Kelompok Tani/Ternak (KTT) “Kurusumange” dengan ketua kelompok Kaharuddin dan KTT “Masempo Dalle” yang diketuai oleh Baharuddin. Kegiatan pendampingan teknologi juga dihadiri Kepala Desa MattirowaliE. (rls)
