Site icon Berita Kota Makassar

Polda Periksa Pengusaha yang Adukan Bupati Takalar

MAKASSAR, BKM — Gassing Rapi menjalani pemeriksaan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulsel, Senin (13/8). Pengusaha asal Takalar ini dimintai keterangan terkait aduannya ke polisi beberapa waktu lalu.
Ia melaporkan Bupati Takalar Syamsari Kitta dalam kasus dugaan penipuan sebesar Rp3,7 miliar pada tahun 2017 silam. Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan pemeriksaan itu.
“Hari ini (kemarin) kita panggil untuk dimintai keterangannya,” ujar Dicky.
Ditanya soal rencana pemanggilan Bupati Takalar, Dicky tidak menampiknya. Syamsari Kitta selaku terlapor akan dimintai keterangannya dalam waktu dekat.
Dalam kasus ini, mantan anggota DPRD Sulsel itu disebutkan pernah melakukan peminjaman uang sebesar Rp3,7 miliar kepada Gassing Rapi. Kala itu Gassing tercatat sebagai tim sukses Bupati Takalar tahun 2017 lalu.
Setelah terpilih menjadi Bupati Takalar, Syamsari Kitta meminjam uang sebasar Rp3,7 miliar, dengan alasan membutuhkan dana. Uang tersebut diberikan oleh Gassing Rapi secara bertahap. Di antaranya Rp600 juta dalam bentuk cek melalui seseorang bernama Muh Irsan, tertanggal 15 November 2017.
Pada 11 Desember 2017, Syamsari Kita kembali diberi pinjaman uang sebesar Rp1,4 miliar juga melalui Muh Irsan T. Lalu 14 Desember 2017, Syamsari diberi pinjaman lagi sebesar Rp500 juta. Lagi-lagi melalui Muh Irsan, di rumah milik Gassing Rapi di Perumahan Mahogani Tanjung Bunga.
Kemudian 1 Maret 2018, Syamsari Kitta kembali menerima pinjaman sebesar Rp1,2 miliar. Juga melalui Muh Irsan di rumah milik Gassing Rapi di Galesong. Sehingga total pinjaman sebesar Rp3,7 miliar.
Gassing Rapi mengaku sudah menempuh cara baik-baik untuk menagih pinjaman tersebut. Namun, Syamsar Kitta disebutkan berdalih bila pembayaran pinjaman itu sudah ada yang urus.
Gassing Rapi juga mengaku sudah pernah mendatangi rumah jabatan (rujab) bupati Takalar untuk membahas masalah tersebut. Namun itu justru ditemui Kadis Pertanian Takalar. Bukan Syamsari Kitta.
Sejak saat itu hingga kini, Syamsari sudah tidak pernah lagi bertemu maupun berkomunikasi dengan Gassing Rapi.
BKM mencoba meminta konfirmasi dari Syamsari Kitta terkait kasus yang membelitnya kini. Namun, orang nomor satu di Kabupaten Takalar itu belum memberikan penjelasan.
Orang dekatnya yang dihubungi melalui gawainya, berhasil tersambung. Ia sempat bertanya apa yang hendak ditanyakan. Selanjutnya berjanji akan menyampaikan ke Syamsari. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan apapun darinya. (mat/rus)

Exit mobile version