BARRU, BKM– Penyakit diare menyerang satu keluarga di Dusun Bangronge, Kelurahan Bojo Baru, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Rabu (15/8) malam . Enam anggota keluarga Khalid (56) yang terjangkit diare. Satu diantaranya meninggal dunia yakni cucu dari Khalid bernama Riska yang baru berusia 1,5 tahun merenggang nyawa akibat terserang diare.
Korban tewas Riska (1,5) yang terserang diare Rabu malam, nanti dibawa ke Puskesmas Bojo saat Kamis (16/8) pagi dan kondisinya sudah sekarat. Pihak Puskesmas kemudian merujuk ke RS di Kota Pare-pare. Hanya saja saat jelang sore, nyawa Riska tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Sementara dari lima anggota keluarga lainnya yang menjadi korban penyakit diare. Tiga diantaranya masih dirawat di Puskesmas Bojo yakni Khalid dan istrinya Sabariah (44) dan seorang lagi cucunya bernama Nurdanisah yang baru berumur enam bulan. Sedangkan dua anak dari Khalid yaitu Aswan (17) dan Nurindah (23) sudah rawat jalan.
Belum diketahui secara pasti. Apa yang menyebabkan satu dari keluarga ini terserang penyakit diare sehingga menewaskan satu orang balita dan lima diantaranya menjalani rawat inap di Puskesmas Bojo. Hingga Jum’at (17/8), Khalid bersama istrinya Sabariah dan seorang Cucunya berusia enam bulan, Nurdanisah masih dirawat inap di Puskesmas Bojo.
Kepala Puskesmas Bojo, Isriani Latief yang dihubungi Jum’at membenarkan adanya satu keluarga yang terdiri dari enam orang terserang diare. Satu diantaranya seorang balita, Riska (1,5) meninggal dunia di Rumah sakit Pare-pare.
” Meski sebelumnya Riska sempat dilarikan ke Puskesmas Bojo. Tetapi dokter Puskesmas meminta keluarga ini untuk dirujuk ke Pare-pare karena kondisinya sudah sekarat,” kata Isriani.
Kondisi Riska yang terserang diare Rabu malam nanti Kamis pagi baru dibawa oleh keluarganya ke Puskesmas Bojo Kamis pagi dan sorenya saat berada di Rumah sakit Pare-pare, nyawanya tidak bisa tertolong lagi.
Dijelaskan Isriani bahwa Pihak Puskesmas sudah melakukan tindakan medis terhadap para korban diare. Walaupun salah seorang Balita dari anggota keluarga tersebut tidak tertolong nyawanya karena memang terlambat dibawa ke Puskesmas.
” Kami saat ini tengah mendalami sebab kejadian yang menimpa satu keluarga ini dan sekarang ada yang sedang dalam perawatan kepada tiga orang karena dehidrasi,” jelasnya .
Isriani menambahkan , satu balita yang meninggal ini hanya berada setengah jam saja di Puskesmas. Sebelumnya, korban sempat dirujuk ke RSUD Parepare namun korban tidak sempat tertolong.
“Balita korban tewas sudah kritis baru dibawa ke Puskesmas. Khalid sebagai Kepala keluarga di rumah itu. Awalnya tidak mau dibawa ke Puskesmas. Tapi menurut kita mereka harus mendapatkan perawatan lebih lanjut, maka kami jemput langsung. Hingga saat ini warga yang dirawat inap mulai membaik,” kata Isriani menambahkan. (udi)