PANGKEP, BKM– Tiga anggota Paskibraka Pangkep Muhammad Ridzky Mansyur , Fadilah Yusri, dan Nurul Aulia yang semestinya bertugas saat Pengibaran bendera merah putih pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 73,Jum’at (17/8) di Alun-alun Pangkajene. Secara tiba-tiba dikeluarkan disaat detik-detik menjelang pelaksanaan upacara pengibaran bendera dengan alasan tidak memenuhi syarat .
Muhammad Ridzky Mansyur yang merasa diperlakukan tidak pantas pihak panitia, tak kuasa menahan rasa kecewanya dan bergegas pulang ke rumahnya. Ironisnya saat itu, Ibunya Rosma Mansyur sudah berada di panggung untuk menyaksikan putranya yang akan bertugas sebagai anggota Paskibraka. Tetapi Ibu ini sontak kaget, setelah menerima telepon dari suaminya bahwa Ridzky saat ini di rumah.
Rosma Mansyur yang mengaku ASN ini, juga terpaksa meninggalkan tempat upacara dan langsung pulang ke rumahnya. Alangkah kagetnya karena menemukan Ridzky sedang menangis atas kejadian yang menimpa dirinya
” Beberapa kali saya berusaha menenangkan karena dia kecewa sekali dengan pembatalan dirinya tampil sebagai anggota Paskibraka yang sudah menetapkan dirinya bahwa Ridzky tampil pada saat Pengibaran bendera. Tetapi disaat detik-detik jelang upacara, secara tiba-tiba ditarik keluar bersama dua rekannya . Saya ikut menangis karena tidak kuat anak itu dikeluarkan secara tiba-tiba dari anggota Paskibraka, ” kata Rosma sedih.
Sebagai orang tua tentu kecewa berat dan menyesalkan tindakan panitia yang dinilai sepihak dan tidak profesional. Kenapa tidak dari awal atau sebelum ada pengukuhan disampaikan bahwa tidak boleh tampil.
“Mengapa disaat jelang berlangsung penugasan, lalu tiba-tiba anak ini dikeluarkan. Jadi apa artinya anak saya dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka. Akibatnya anak saya dua kali dikorbankan. Selain tidak diberikan kesempatan menjalani tugasnya sebagai anggota pasukan Paskibraka. Ridzky juga sudah satu bulan meninggalkan mata pelajaran di sekolahnya di SMA Negeri I Pangkep , ” pungkasnya dengan nada kesal.
Saat kejadian ini, Ibu ini mengaku bahwa dirinya sempat ditelepon oleh pihak Pelatih Paskibraka, supaya Ridzky bisa kembali dan bisa lagi masuk untuk Paskibraka dalam penurunan bendera. Awalnya Ridzky ngotot tidak mau lagi masuk sebagai anggota Paskibraka karena sangat terpukul dengan apa yang dialaminya.
Cukup lama saya motivasi Ridzky baru mau kembali untuk bertugas sebagai anggota Paskibraka ketika penurunan bendera. “Awalnya sempat dia bilang biar Pak Bupati yang panggil untuk kembali. Saya sudah tidak mau karena sangat kecewa diperlakukan seperti ini, ” ujar Ibu ini menirukan pengakuan anaknya. (udi)