GOWA, BKM — Tiga hari jelang Hari Raya Idul Adha sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Salah satu kebutuhan yang naik drastis adalah cabai. Dari semula hanya Rp15 ribu per Kg kini menjadi Rp40 ribu per Kg.
Karena lonjakan drastis ini, Bupati Gowa pun jadi trenyuh. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat level tinggi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Senin (20/8/2018) siang di Baruga Karaeng Pattingaloang.
Rapat yang dikemas dalam high level meeting ini dihadiri instansi terkait serta anggota Forkopimda diantaranya Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga dan Dandim 1409 Letkol Arh Nur Subekhi termasuk pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.
Jelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 22 Agustus mendatang, beberapa komoditas mengalami kenaikan termasuk cabai tersebut.
Bupati mengakui jika terjadi kenaikan harga di semua kebutuhan masyarakat. Namun dia menganggap tak wajar jika harga cabai menjulang tak terjangkau.
“Kenaikan cabai sangat tidak wajar ini harus dikendalikan karena ternyata stok kita sangat aman dan saya sudah konfirmasi ke Dinas Pertanian dan mengatakan jika stok cabai sangat banyak dan kita (Gowa) malah mensuplay cabai ke Makassar,” tandas Bupati Adnan.
Sebagai langkah awal mengantisipasi hal tersebut, Sekretaris Daerah Gowa selaku pelaksana TPID Gowa akan turun langsung memantau dengan berkoordinasi dengan pihak Makassar, sehingga harga cabai harus diturunkan.
“Insya Allah, Pak Sekda besok akan mengecek distribusi suplay apakah masalah dan penyebabnya, jika ditemukan ada yang melakukan penimbunan atau spekulan, maka Polres lakukan penindakan pidananya, Pemkab Gowa akan mencabut izinnya,” tegas Adnan.
Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga dalam rapat itu malah menilai bahwa yang perlu diperkuat saat jelang lebaran idul kurban ini adalah koordinasi.
Bahkan Shinto mengajak semua elemen untuk menindaklanjuti kondisi di lapangan dengan menindak para spekulan.
“Kita harus saling berpegangan tangan supaya bisa menindaklanjuti spekulan-spekulan yang ada di lapangan, mari kita melakukan peninjauan bersama-sama. Jika ada unsur kesengajaan harus ditindak tegas. Ini menjadi shock terapi bagi semuanya (pedagang/distributor),” kata Shinto.
Terpisah Direktur Bank Indonesia Sulsel, Dwiyatma Putra, mengapresiasi langkah Pemkab Gowa. menurutnya ini tidak lepas dari adanya Bupati Gowa beserta jajarannya yang saling bekerjasama dalam menjaga kekompakan. (saribulan)
