Site icon Berita Kota Makassar

Danny Kecewa Relokasi Pedagang Dibatalkan

MAKASSAR, BKM–Batalnya relokasi pedagang untuk masuk ke New Makassar Mal setelah menempati lapak sementara di Jalan Wahid Hasyim, membuat Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto kecewa.

Saat relokasi pedagang, Rabu (15/8) lalu, pedagang masih memberikan perlawanan ke tim relokasi.
Danny sapaan akrab wali kota mengatakan, harga dasar tempat dalam gedung NMM telah disepakati dan tetap. Sehingga tak ada alasan bagi tim relokasi pedagang di New Makassar Mal atau Pasar Sentral membatalkan pelaksanaan relokasi demi alasan masalah harga.
“Provokator itu biasa dan harus dihadapi, tidak boleh kita yang mundur. Kan sudah sosialisasi, tempat juga sudah ada dan semua telah terakomodir. Tinggal bagaimana tim bersikap tegas melakukan relokasi,” tegas Danny, akhir pekan lalu.
Orang nomor satu di Kota Makassar sama sekali tak ingin ada kekeliruan pada pelaksanaan relokasi pedagang. Ia juga meminta ruas jalan segera dibersihkan.
“Kenapa Jalan Agussalim saja yang direlokasi, ini keliru. Relokasi harus semua karena jangan sampai pedagang-pedagang berfikir mending berjualan di luar saja karena masih banyak pedagang jualan di luar belum direlokasi,” ucapnya.
Olehnya itu, Danny meminta kepada tim relokasi untuk kembali melakukan relokasi. Semua pedagang yang ada ditempat pengungsian dimasukkan ke gedung NMM dan mengisi kios dan losd.
Sebelumnya, sekelompok pedagang melakukan perlawanan dengan aksi demonstrasi dan protes, di lokasi lapak mereka.
Dalam orasi yang disampaikan pedagang, mereka meminta agar relokasi maupun pengembalian fungsi jalan jangan dulu dilakukan. Alasannya, selain kondisi kios dan losd di dalam Gedung New Makassar Mal (NMM) sepih, harga kios ataupun losd yang diterapkan belum mendapat kesepakatan pedagang karena nilainya cukup tinggi.
“Kami tolak relokasi, kami tidak setuju dengan harga itu karena terlalu mahal. Ingat, kami pedagang lebih banyak perempuan dan bahkan berstatus sebagai janda,” kata Suri, seorang demonstran.
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Naisyah T Azikin berjanji, kembali akan melakukan mediasi antara pedagang dan MTIR atas aspirasi yang disampaikan oleh pedagang. Dimana masih banyak pedagang mengeluhkan harga kios dan losd dalam gedung.
“Masalah harga Rp42 juta sebenarnya itu adalah indeks, belum dan tanpa mempertimbangkan lokasinya. Sehingga harga bisa saja mahal kalau lokasinya strategis. Lokasi di belakang yang terpencil tidak boleh mahal. Jadi ini harga indeks saja,” terang Naisyah. (arf)

Exit mobile version