MAKASSAR, BKM — Fakultas Psikologi UNM mengadakan kuliah umum perdana untuk tahun ajaran 2018/2019 di Gedung Phinisi UNM Lt 2, Senin (20/8/2018).
Dekan Fakultas Psikologi UNM, Prof Muhammad Jufri mengatakan jika kegiatan ini bertujuan untuk membangun atmosfer akademik yang kondusif di Fakultas Psikologi.
Pesertanya sendiri berasal dari setiap angkatan yang ada di Fakultas Psikologi, mulai angkatan 2012 hingga angkatan 2018 yang paling baru.
“Yang menjadi peserta dari berbagai angkatan, supaya ada pembauran diantara mereka sehingga tak ada sekat. Mereka juga diharapkan saling bertukar informasi supaya memudahkan dalam proses pembelajaran sehari-hari,” kata Prof Jufri.
Kuliah umum yang mengambil tema “Literasi data, teknologi, dan humanitas: perubahan dan tantangan sarjana psikologi di era revolusi industri 4.0” ini menghadirkan beberapa narasumber yang diharapkan mampu memberikan motivasi dan inspirasi bagi para mahasiswa.
Seperti Sri Farmawati, dosen Kimia ITS yang juga merupakan salah satu peneliti perempuan terbaik dunia. Sri juga merupakan penerima pemghargaan l’oreal award.
Ada juga budayawan Alwi Rachman, dan salah satu alumni terbaik Fakultas Psikologi UNM, Fitri Nurani Palubuhu yang juga merupakan alumni salah satu universitas di Inggris untuk program magisternya.
Alwi Rachman dalam materinya menjelaskan, untuk menunjang pembelajaran bagi kaum milenial, harus berdasar pada tiga kamar, yaitu Kamar Literasi, Kamar Kompetensi, dan Kamar Karekter.
Kamar literasi bukan hanya terbatas pada tulis menulis, namun mampu mengerti membaca peradaban yg muncul. Peradaban seperti sains, kewargaan, dan keuangan.
Kamar kompetensi artinya mampu beradaptasi dan kolaboratif. Sedangkan Kamar karakter, adalah kemampuan beradaptasi maupun kemampuan problem solving.
“Setiap kampus saya pikir harus mengaplikasikan ketiga kamar ini untuk bisa bersaing pada revolusi industri 4.0,” tekan Alwi.
Sedangkan Sri Fatmawati mengatakan jika untuk menjadi seorang yang unggul dalam revolusi industri 4.0 ini, kita tak bisa hanya menunggu dan terus menunggu. Namun harus ada upaya untuk memperbaiki diri sendiri.
“Yang utama adalah memperbaiki diri sendiri. Dengan memperbaiki diri, bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitas diri. Jika kita bisa meningkatkan kualitas diri sendiri, yakin kita bisa menjadi seseorang yang unggul,” ucap Sri. (*)
