MAKASSAR, BKM– Sulsel merupakan salah satu provinsi yang cukup dikenal sebagai penghasil sutera. Namun sayang, produksi kain yang dikemas menjadi sarung maupun busana, masih terbatas dalam corak dan desain.
Berangkat dari persoalan itu,Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi Sulsel menggelar lomba desain motif sutera.
Lomba ini diikuti sekitar 65 peserta perwakilan dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel, mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, pelaku usaha kreatif, hingga mahasiswa umum.
Lomba dilaksanakan selama dua hari, 18-19 Agustus, dan masuk jadi bagian dari kegiatan Festival dan Seni Budaya Sulsel yang digelar Polda Sulsel.
Kepala Bidang (Kabid) Kesenian dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Sulsel, Drs Teken MM menjelaskan, lomba ini bertujuan agar para seniman mampu menciptakan karya seni kreasi dalam bentuk desain motif sutera dan berkualitas yang mencerminkan daerah Sulsel.
Kegiatan ini juga diharapkan memberi motivasi untuk bersaing mengembangkan motif menarik bernuansa kedaerahan bagi sutera Sulsel.
Dia berharap, motif yang nantinya terpilih sebagai juara akan menjadi pakem dan diproduksi sebagai salah satu dari kain seragam untuk pakaian dinas harian bagi ASN lingkup Pemprov Sulsel.
Lomba desain motif sutera ini dibuka Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Denny Irawan mengatakan lomba ini sangat penting dan strategis. Selain memperkaya khasanah motif dan model kain sutera asal Sulsel, juga sebagai upaya untuk tetap menjaga identitas Sulsel.
“Berbicara soal sutera, berarti berbicara soal ekonomi. Dari hulu ke hilir, untuk memproduksi sutera melibatkan cukup banyak tenaga kerja. Mulai dari petani hingga desainernya. Jadi memang perlu untuk dikembangkan bersama,” ungkap Denny.
Adapun Juara I, Abidin dari Kabupaten Gowa, Tema Karya Paraga nilai 92. Juara 2 Hj.Muliaty dari Kabupaten Pangkep, tema Pembudidayaan Hasil Tambak dan Bumi, nilai 88. Juara 3 Musly Anwar dari Kabupaten Luwu Utara, Tema Karya Ragam Hias, nilai 86.
Juara Harapan 1, Baba Tasman Mamo dari Kabupaten Sidrap, tema karya Walasuji, nilai 80.
Juara Harapan 2, Taufik Hidayat dari Kota Makassar, tema karya Toraja Culture, nilai 78. (rhm)