MAKASSAR, BKM — Bakal calon wakil Presiden RI Sandiaga Salahuddin Uno dinilai akan kesulitan memenangkan pemilihan presiden (pilpres) di Sulawesi Selatan. Salah satu faktor sulit meraup dukungan bersama pasangan calon presiden Prabowo Subianto, lantaran mayoritas kepala daerah dan wakil kepala daerah di Sulsel menjadi pimpinan partai pengusung petahana Joko Widodo yang menggandeng Prof Dr KH Ma’ruf Amin.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe di hadapan Sandi, panggilan akrab Sandiaga Uno pada konsolidasi partai politik (parpol) koalisi di Hotel Four Point by Sheraton, Minggu (19/8).
Politisi yang karib disapa Ulla ini menyampaikan, banyak kepala daerah terpilih yang justru memihak ke kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Hanya saja, ia tak secara spesifik menyebut siapa-siapa saja kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih yang cenderung berpihak.
”Saya cuma ingin menyampaikan kepada Pak Sandi bahwa medan yang ada di Sulsel cukup berat. Karena gubernur Sulsel terpilih tidak berada di barisan kita. Wali kota dan bupati yang terpilih di beberapa daerah juga tidak semua sama kita,” ujar Ulla.
Karena itu, Wakil Ketua DPRD Sulsel ini mengingatkan bahwa pasangan Prabowo-Sandiaga harus mencari strategi jitu agar dapat meraih simpati masyarakat di Sulsel. Partai Demokrat merupakan satu dari enam partai pengusung dan pendukung pasangan Prabowo – Sandi pada Pilpres mendatang. Demokrat bersama Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Masional (PAN). Selain Parpol pengusung, ada juga parpol pendukung seperti Berkarya dan Garuda.
Legislator Partai Demokrat Sulsel dua periode ini memaparkan, perlu ada isu lokal khusus di Sulsel. Karenanya, Ulla meminta kepada mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini agar tim yang akan dibentuk segera menyiapkan strategi khusus menghadapi hal tersebut, supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
Dalam sesi tanya jawab, mantan Wakil Gubernur Sulsel dua periode Agus Arifin Nu’mang mengaku sependapat dengan Ulla. Meski demikian, mantan ketua DPRD Sulsel ini mengemukakan bila semua kondisi itu bisa dibalikkan. Itu jika tim pemenangan duet ini bekerja maksimal.
“Kalau saya melihat itu, bergantung kinerja kita dan program (kampanye). Apa yang dibutuhkan Sulsel, seperti infrastruktur. Kalau programnya menyentuh masyarakat, saya yakin (bisa meraup suara),” ujar Agus.
Menanggapi curahan hati (curhat) yang disampaikan Ulla bila Sulsel merupakan ‘medan tempur’ yang berat, Sandi tak menampiknya. Bahkan ai juga mengakui jika kontestasi pilpres 2019 akan berlangsung ketat. Bukan hanya karena apa yang disampaikan Parpol koalisinya di Sulsel, tapi memang dia dan Prabowo melawan petahana saat ini.
“Memang berat, kita menghadapi petahana. Agak berat, tapi kita harus pastikan dengan niat yang iklas, Insyaallah Sulsel akan memilih Prabowo-Sandi,” ujarnya.
Sandi berharap kepala daerah dan wakil kepala daerah tidak memihak. Jika benar ada keberpihakan kepala daerah, berarti itu bentuk pelanggaran.
“Gubernur, wali kota dan bupati itu harus independen harus memihak kepada rakyat. Bukankah ada peraturan dan KPU,” tandas mantan ketua umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini.
Sandi juga sependapat jika harus mengangkat isu lokal. “Kita akan angkat isu lokal. Saya komitmen bangun infrastruktur. Infrastruktur saat ini yang digenjot belum membuka lapangan kerja. Belum memastikan harga terjangkau,” bebernya.
Ia mengatakan bahwa Prabowo-Sandi akan membangun infrastruktur konkret. “Kita akan membangun kerja sama antara pemerintah dengan dunia usaha. Saya membangun jalan tol terpanjang di pulau Jawa dengan melibatkan dunia usaha. Kita akan dorong kemitraan,” katanya.
Ia pun sudah berdiskusi dengan pengurus Kamar Dagang Indonesia (KADIN) dan HIPMI. “Saya diskusi dengan KADIN dan HIPMI. Kita perlu membuka peluang usaha, khususnya UMKM,” imbuhnya.
Dari Hotel Four Points, Sandi bersama para pimpinan parpol kemudian menuju Hotel Novotel di Jalan Chairil Anwar. Ia menghadiri dan menjadi pembicara dalam Dialog Ekonomi yang digelar KADIN Sulsel dan HIPMI Sulsel.
Dialog ekonomi yang sedianya diisi dengan diskusi terkait persoalan ekonomi, berlangsung ‘rusuh’. Hal itu dipicu antusiasme ibu-ibu atau saat ini populer disapa emak-emak, berusaha untuk mendekati Sandi. Bahkan, mereka merangsek menaiki dan memenuhi panggung agar bisa berswafoto.
Diskusi yang dipandu Ketua KADIN Susel Zulkarnain Arief lebih banyak berisi ‘curhat’ peserta diskusi. Seperti yang disampaikan Nurhaliza dari Komunitas Berbagi Bahagia.
Menurut dia, komunitasnya beberapa memfasilitasi program nikah gratis bagi para calon pengantin yang kurang mampu. Rencananya, agenda nikah gratis tersebut kembali akan digelar pada 19 Januari mendatang. Komunitas itu akan menikahkan 19 pasangan calon pengantin.
“Kami berharap Pak Sandi bisa mengagendakan waktunya untuk menjadi saksi dalam acara ini,” katanya menawarkan ajakan.
Agenda ekonomi yang dikemas dengan dialog tersebut juga sesekali mendapat teriakan; “2019 ganti presiden”.
Sandi pun secara terang-terangan memperkenalkan ‘jualannya’ di pilpres 2019 mendatang. Dia berjanji, bersama Prabowo akan menghadirkan pemerintahan yang kuat, berkarakter kepemimpinan yang tegas.
Tak lupa, janjinya untuk meningkatkan taraf ekonomi rakyat dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya. “Kami siap berjuang bersama masyarakat,”ujarnya.
Dia mengatakan, untuk membuka lapangan kerja, pihaknya menggagas program Oke Oce yang sifatnya partisipatif kolaboratif. Untuk mencuri hati ‘emak-emak’, Sandi tak lupa berjanji akan memajukan UMKM yang mayoritas pelakunya didominasi ibu-ibu. “Kami akan memperhatikan penciptaan peluang usaha bagi kaum emak-emak. Ibu-ibu. Mereka adalah perempuan yang hebat dan mandiri. Banyak yang ingin kita lakukan,” ungkapnya.
Tak lupa, Sandi memperkenalkan diri sebagai orang Bugis Makassar di mana menjadi tanah kelahiran leluhurnya.
Kegiatan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting Sulsel dan para pelaku usaha di daerah ini. Khususnya yang tergabung dalam Kadin dan HIPMI Sulsel.
Nama besar seperti Prof Idrus Paturusi, Agus Arifin Nu’mang, Mubyl Handaling, Prof Alimuddin, Prof Basri Hasanuddin, La Tinro La Tunreng, hadir dalam kegiatan tersebut.
Sebelum menghadiri pertemuan dengan pimpinan parpol dan dialog, Sandi menuju ke Pasar Terong Makassar yang terletak di Jalan Masjid Raya usai tiba dari bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Kedatangan Sandi langsung mendapat sambutan dari pengunjung pasar. Utamanya ibu-ibu yang ikut menyambut kedatangan Sandi.
Akibatnya, Sandi bersama tim suksesnya sulit untuk bergerak berjalan. Sebab ibu-ibu maupun bapak-bapak bergantian ingin berfoto bersama.
Dalam kesempatan blusukan itu, Sandi sempat menyampaikan beberapa pesannya kepada awak media dan warga. Sandi mengatakan, kunjungannya ke Kota Daeng kali ini murni karena ingin bersilaturahmi dan memperkenalkan dirinya bersama Prabowo Subianto yang berdampingan maju dalam pilpres 17 April 2019 tahun depan.
Untuk itu, Sandi berharap dirinya bersama Prabowo dan kawan koalisinya dapat mencari jalan keluar demi mengatasi ketimpangan-ketimpangan, khususnya dalam bidang ekonomi.
“Menstabilkan harga-harga dan permasalahan ekonomi, sosial, dan lainnya menjadi fokus saya bersama Pak Prabowo,” ujar Sandi yang juga menyempatkan makan pallu basa dan minum kopi bersama para pendukungnya.
Selama di Makassar, Sandi juga berkunjung keredaksi harian Fajar dan menghadiri acara pemberian gelar budaya To Manurung sebelum bertolak ke Jakarta pukul 18.00 Wita. (rhm/rus)
Sandi Akui Sulsel Medan Tempur Berat
