MAKASSAR, BKM– Kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Makassar menjalankan ibadah kurban di hari raya Idul Adha mengalami penurunan. Padahal menyembelih hewan-hewan ternak bersifat ibadah sunnah.
Turunnya kesadaran pegawai di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melaksanakan ibadah kurban Idul Adha 1439 Hijriah ditandai dengan menurunnya jumlah hewan kurban terkumpul dibandingkan tahun lalu. Adapun tahun ini hewan kurban masih jauh mendekati 100 ekor hewan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Makassar, Aswis Badwi menuturkan, pelaksanaan ibadah kurban tahun ini tetap dilakukan pemerintah kota sesuai gerakan yang dinamakan Gerakan Makassar Berkurban.
Hanya saja, jumlah hewan ternak yang bakal dikurbankan masing – masing SKPD belum dilaporkan. Termasuk dari Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal serta Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Naisyah T Azikin.
“Sampai sekarang belum ada laporan resminya berapa banyak hewan ternak mau dikurbankan dari masing-masing SKPD. Termasuk pak wali dan wakil wali kota Makassar. Mungkin besok finalisasi laporannya,” kata Aswis, Senin (20/8).
Dari hasil laporan secara lisan yang diterima oleh Aswis, estimasi jumlah hewan kurban terkumpul di Sekretariat Pemerintah Kota Makassar untuk sementara sekira 60 ekor sapi. Semua hewan ternak tersebut bakal disembelih di kantor masing-masing SKPD nya atau di lorong-lorong binaan SKPD.
Dia menambahkan, kupon daging hewan kurban bakalan dibagikan langsung masing-masing SKPD ke warga yang layak menerima. Jumlah kupon tergantung jumlah sapi yang berhasil dikumpulkan. Semakin banyak sapi, tentu semakin banyak kupon dibagikan ke warga-warga.
“Sementara ini masih puluhan yang terkumpul agak beda dari tahun tahun lalu. Dari laporan secara lisan PDAM Kota Makassar paling banyak mau kurbankan sapi yaitu sebanyak 23 ekor dan pihak provinsi Dinas Peternakan Sulsel menyumbang 1 ekor Sapi Lemosin,” tutupnya. (arf)
Gerakan Makassar Berkurban Menurun
