MAKASSAR, BKM — Relokasi pedagang untuk masuk ke dalam gedung New Makassar Mall (NMM) kembali gagal dilaksanakan Pemerintah Kota Makassar. Hingga Senin (20.8), relokasi pedagang yang bermukim di Jalan Wahid Hasyim masih sukar dilakukan.
Hal itupun membuat Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Sumarsono turun tangan. Ia meminta kepada Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto untuk segera menyelesaikan polemik permasalahan Pasar Sentral yang sudah bertahun-tahun belum jelas penyelesaiannya.
Soal harga, kata Soni, sudah jelas dasarnya Rp42,5 juta. Di mana dalam teori pasar bertingkat memang ada dinamakan dan dikenal harga dasar. Bergantung dengan posisi atau tempatnya.
Semua proses pengisian bisa dilakukan di belakangan dengan jangka waktu diberikan selama enam bulan. Selain itu pula bisa diberikan bebas retribusi selama uji coba selama enam bulan.
“Sehingga jalan dapat tetap dibuka, tidak menutup jalan umum, dan tidak menganggu serta masyarakat bisa diskusi dengan tenang. Saya ke sana dulu AC sudah jalan, listrik sudah ada. Kemudian kamar mandi bersih, lantai-lantai juga sudah mengkilat,” kata Soni usai menggelar rapat tertutup di Balai Kota, kemarin.
Dengan melihat kondisi sudah siap untuk dioperasikan, Soni berharap tidak ada lagi alasan pedagang tidak pindah ke dalam gedung. Target total minggu pertama September semua pedagang sudah direlokasi. Prosesnya di bulan ini sudah dapat mulai dilakukan.
“Mau bikin rak dulu. Menata tempatnya dulu. Itu silakan saja. Yang pastinya, minggu awal September harus clear,” tegasnya.
Dia menambahkan, relokasi para pedagang Pasar Sentral sepenuhnya diserahkan ke wali kota Makassar. Seperti arahan yang diberikan, sudah ada kesepakatan bersama melakukan relokasi.
“Ini sudah mencapai paripurna. Termasuk PT MTIR sudah mengalah dan ingin menyelesaikan permasalahan yang sudah bertahun-tahun belum kelar. Masalah pedagang sebenarnya sudah sepakat semuanya ketika dialog saya kemarin. Mereka sepakat untuk masuk dan sudah jenuh dengan permasalahan ini,” terangnya.
Hanya saja, lanjut Soni, permintaan dari mereka bagaimana menyakinkan semua dapat tempat. ”Saya kira MTIR sudah menegaskan seluruh pedagang dijamin dapat tempat. Kalau tidak, laporkan ke MTIR,” tandasnya.
Di tempat sama, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengaku telah memiliki formula dan kesepakatan untuk dilakukan relokasi sesegera mungkin. Jika selama ini disebutkan belum ada kesepakatan, sebenarnya itu sudah lama ada. Di mana 80 persen pedagang sudah bersepakat, dan 20 persen lagi kurang setuju.
“Kalau 80 persen berarti tidak masalah. Jadi 20 persen masuk ke dalam berdasarkan permintaan mereka enam bulan berada di dalam sambil kita negosiasi sampai menemukan kesepakatan berikutnya,” ucapnya.
Untuk Pedagang Kakilima (PKL), lanjutnya, sementara ditampung di kawasan blok B. Dipastikan relokasi di Pasar Sentral sudah selesai awal minggu September.
“Respon MTIR baik. Mereka menyetujui harga dan kesepakatan. Saya kira pemerintah bisa mengambil tindakan sesuai dengan tupoksi dan otoritas pemerintah. Apalagi dibantu Pak Gubernur langsung turun tangan,” tambahnya. (arf/rus)
Soni Target Tuntas Awal September
