Site icon Berita Kota Makassar

6.505 Ekor Hewan Dikurbankan di Makassar

MAKASSAR, BKM — Lapangan Karebosi, Makassar menjadi pusat pelaksanaan salat Idul Adha 1439 Hijriah, Rabu (22/8). Termasuk oleh Penjabat Gubernur Sulsel Sumarsono, Ketua DPRD HM Roem, Wakil Gubernur terpilih Andi Sudirman Sulaiman serta Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.
Khotbah salat Idul Adha; Bersyukur Dalam Nikmat Kemerdekaan disampaikan Prof Dr H Musafir Pababbari, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Sementara yang bertindak selaku imam salat id adalah Muh Affandi.
Di depan seluruh jamaah, Musafir Pababbari mengingatkan kisah seorang kekasih Allah Swt, yakni Nabi Ibrahim As yang diuji antara kecintaannya kepada keluarga dan cintanya kepada Allah Swt. Dibuktikannya bahwa cintanya kepada Allah Swt melebihi dari segala-galanya.
Kisah Nabi Ibrahim As bersama putranya Nabi Ismail As serta keluarganya, kata Musafir, hendaknya jadi pelajaran bagi kita semua dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi berkenaan dengan pelaksanaan Idul Adha yang masih dalam suasana peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tahun.
“Nikmat kemerdekaan ini seyogyanya menjadi bahan renungan betapa besar jasa pahlawan, syuhada kusuma bangsa yang telah berkorban demi keinginan luhur dan mengentarkan bangsa Indonesia ke gerbang kemerdekaannya,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, kemerdekaan Indonesia diperoleh karena berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa. Sehingga kemerdekaan ini harus disyukuri. Bersyukur adalah salah satu bentuk berkurban atau bertaqarrub meniscayakan dilakukannya.
“Momen Idul Adha harus menyadarkan nurani kita untuk berkurban. Jangan sekali-kali kita remehkan sikap pengorbanan. Berbagai perubahan besar dalam peradaban manusia lahir dari pengorbanan satu atau beberapa orang,” tambahnya.
Usai pelaksanaan salat id, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Soni Sumarsono langsung menuju ke tempat penyimpanan hewan kurban yang masih berada dalam area Lapangan Karebosi Makassar. Dalam kesempatan tersebut, Soni menyerahkan sapi limousin kepada Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.
Satu ekor sapi limousin dengan berat 925 kg adalah dari Presiden RI Joko Widodo untuk dikurbankan di Makassar dan dibagikan ke masyarakat. Harga sapi itu ditaksir Rp45 juta yang dibeli di Kabupaten Maros, dan telah dipastikan layak tuk dikurbankan.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, menyampaikan seluruh hewan kurban sapi dan kambing dipastikan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak mendapatkan. Cara pengambilannya dengan memperlihatkan kupon yang telah dibagikan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Makassar.
“Semua hewan kurban yang terkumpul dibagikan kepada masyarakat atau golongan yang benar-benar berhak mendapatkan. Kita percayakan Kesra Makassar dan kuponnya sudah dibagikan,” tambahnya.
Selain di Lapangan Karebosi, salat Idul Adha juga berlangsung di Masjid Raya. Pelaksanaan renovasi lantai dua masjid ini, membuat jamaah meluber hingga ke badan jalan. Sejumlah ruas jalan ditutup pada saat pelaksanaan ibadah.
Panita Pelaksana Idul Adha Masjid Raya Makassar Muhammad Syahril, mengatakan biasanya jamaah salat Id di masjid ini membludak. Jumlahnya di kisaran 200 ribu hingga 300 ribu jamaah.
“Lantai dua kan sekarang masih dalam rangka perbaikan, sehingga jamaah melebar hingga ke beberapa ruas jalan,” kata Syahril.
Salat id jamaah di tempat ini memanfaatkan Jalan Bandang dan Jalan Masjid Raya. Sementara Jalan Andalas dan Veteran Utara dipergunakan oleh pihak panitia sebagai tempat parkir kendaraan para jamaah.
Untuk jumlah hewan kurban di masjid ini, Syahril mengatakan ada penurunan dibanding tahun lalu. Tahun lalu, jamaah Masjid Raya Makassar mengurbankan 13 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Tahun ini ada penurunan menjadi hanya delapan ekor sapi dan dua ekor kambing.
Hal ini, dikatakan Syahril, karena beberapa penyumbang hewan kurban tahun lalu, melakukan qurban sendiri di tempatnya masing-masing untuk tahun ini. Seperti halnya tahun lalu, ada gubernur dan wakil gubernur yang menyumbangkan hewan kurban, serta beberapa perusahaan lainnya, tahun ini tidak menyumbangkan.
“Penyumbang hewan kurban tahun lalu ada yang tidak menyumbangkan tahun ini. Hal itu bisa saja karena mereka meakukan kurban di tempatnya masing-masing. Kalau tahun ini yang menyumbangkan hewan kurban ada Pj Gubernur satu ekor sapi, dan dari beberapa jamaah,” ucap Syahril.
Daging kurban dibagikan kepada beberapa warga sekitar Masjid Raya Makassar. Satu keluarga masing-masing mendapatkan 3 kg daging, serta akan ditambah 1 kg sampai 2 kg daging kepada para penyumbang untuk dirinya membagikan sendiri daging tersebut.
Dari data yang diterima BKM, sebanyak 6.505 ekor hewan ternak dikurbankan di Makassar, baik sapi maupun kambing. Ribuan ekor hewan kurban itu tyermasuk dari Presiden RI satu ekor sapi limousin. Gubernur Sulsel satu ekor sapi. Sekprov Sulsel satu ekor sapi. SKPD Provinsi Sulsel 114 ekor sapi. Wali Kota Makassar 20 ekor sapi. Wakil Wali Kota Makassar tiga ekor sapi. Sekkot Makassar satu ekor sapi. SKPD Pemkot Makassar 68 ekor sapi dan lima ekor kambing, serta Perusda Makassar 22 ekor sapi.
Untuk di Kecamatan Tamalanrea, terkumpul 831 ekor sapi dan 23 kambing. Kecamatan Biringkanaya 816 ekor sapi dan 40 kambing. Kecamatan Panakkukang 668 ekor sapi dan 26 kambing. Kecamatan Ujung Tanah 105 ekor sapi dan 2 kambing.
Kecamatan Mariso 125 ekor sapi dan lima ekor kambing. Kecamatan Wajo 139 ekor sapi dan 19 ekor kambing. Kecamatan Ujung Pandang 34 ekor sapi dan lima ekor kambing. Kecamatan Mamajang 217 ekor sapi dan 48 ekor kambing. Kecamatan Bontoala 252 ekor sapi dan 7 ekor kambing. Kecamatan Tamalate 303 ekor sapi dan 26 ekor kambing.
Di Kecamatan Rappocini yang terbanyak memotong hewan kurban. Yakni 960 ekor sapi dan 38 ekor kambing. Kecamatan Tallo 576 ekor sapi dan 28 ekor kambing. Kecamatan Manggala 696 ekor sapi dan 22 ekor kambing. Kecamatan Makassar 198 ekor sapi dan 10 ekor kambing, dan Kecamatan Sangkarrang 50 ekor sapi. (arf-nug/rus)

Exit mobile version