Site icon Berita Kota Makassar

Bupati dan Wabup Salat Id Lapangan Pemuda

A Pakistani Muslim prays for tsunami victims during the Friday noon prayer at a mosque in Islamabad, 07 January 2005. Pakistani people observed "Yom-e-Dua or "Prayer Day" across the nation to pray for the victims of the tsunami disaster, which has claimed so far 165,000 lives after it devastated the Asian coastline on 26 December 2004. AFP PHOTO/Jewel SAMAD

BULUKUMBA, BKM — Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali dan Wakil Bupati, Tomy Satria Yulianto melaksanakan salat Idul Adha 1439 Hijriah di Lapangan Pemuda Bulukumba bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Rabu (22/8).
Sebelum pelaksanaan salat Id, bupati naik ke mimbar menyampaikan sambutan. Berbeda dengan salat Idul Fitri yang lalu, mimbar dan posisi imam berada di dalam halaman Kantor Bupati. Namun kini mimbar tersebut sudah dimajukan di jalanan atau di depan pagar Kantor Bupati.
Bupati mengatakan bahwa rangkaian ibadah yang dilaksanakan dalam perayaan Idul Adha ini dapat dimaknai dalam dua dimensi. Dimensi spiritual sebagai bentuk hubungan vertikal kepada Allah, dan dimensi sosial sebagai bentuk hubungan horizontal kepada sesama manusia dan alam sekitar.
Hakekat Idul Kurban, lanjut Andi Sukri, menjadi penting untuk dipahami dan aktualisasikan manusia dan sebagai seorang muslim, sehingga hakekat kemanusiaan yang melekat dalam diri kita akan lebih bernilai.
“Mari menjadikan semangat kurban sebagai momentum untuk memperteguh komitmen dan mengaktualisasikan nilai-nilai kemanusiaan kita, agar dapat menjalankan peran sebagai warga masyarakat yang sadar akan pentingnya kebersamaan dan solidaritas sosial, untuk berperan serta secara aktif dalam setiap proses pembangunan daerah, bangsa dan negara,” kata Sukri.
Hal senada yang disampaikan khatib salat Id, Dr H Misbahuddin, yang mengambil tema khutbah “Membangun Bangsa dengan Semangat Kebersamaan”.
Saat ini yang diharapkan, kata dosen UIN Alauddin Makassar ini, adalah munculnya kesatuan dan persatuan umat meski dalam keragaman.
“Kita boleh berbeda organisasi atau partai, tetapi tetap dalam koridor persatuan dan ukhuwah Islamiyah. Bangsa ini tidak akan pernah besar jika selalu dihiasi dengan konflik,” pintanya.
Terkait dengan sejumlah bencana atau musibah yang menimpa bangsa ini, lanjut Misbahuddin, hal tersebut akan memberikan pembelajaran kepada bangsa ini untuk memegang teguh visi kehidupan.
Menurutnya sudah menjadi hukum alam dan hukum sejarah yang ditetapkan Tuhan bahwa pribadi yang mau tumbuh dan berkembang kuat mesti dihadapkan lebih dahulu dengan sejumlah problem dan hambatan agar seseorang atau bangsa dipaksa untuk menggali potensi yang masih tersembunyi.
“Rangkaian hidup para nabi dan rasul, terlebih nabi yang masuk dalam �kategori Ulul Azmi banyak mengalami cobaan yang kesemuanya itu merupakan proses membangun visi kehidupan mereka,” ungkapnya
Usai salat Id, bupati dan wakil bupati menyerahkan sapi kurbannya masing-masing kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Bulukumba yang diwakili Dr Ali Yafid yang juga Kepala Kementerian Agama Bulukumba. (*)

Exit mobile version