MAKASSAR, BKM — Selasa subuh (21/8) pukul 05.00 Wita. Sebagian warga sudah ada yang bangun dari tidurnya. Sebagian lainnya masih terlelap.
Di Jalan Adhyaksa, suasana tampak ramai. Sebagian berteriak-teriak. ”Ada yang melempar bom molotov,” sambil menunjuk ke sebuah rumah ibadah.
Saat diperiksa, pintu Gereja Toraja Masale tampak menghitam. Beruntung, percobaan pembakaran itu berhasil digagalkan oleh warga Jalan Adhyaksa Baru Lorong 4 bernama Matius Tangke dan Daud.
Keduanya yang sempat melihat api berkobar di depan pintu gereja, secara spontan langsung bergerak memadamkannya. Akibat peristiwa itu, pelapis fiber ventilasi sempat terbakar api.
Tidak lama berselang Bhabinkamtibmas Kelurahan Masale Bripka Muh Ismail tiba di lokasi. Selanjutnya mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Lalu menghubungi piket reksrim dan anggota SPK Polsek Panakkukang untuk melakukan proses olah tempat kejadian perkara (TKP).
Ditemukan satu buah botol minuman kemasan plastik sudah meleleh akibat kebakar. Selanjutnya tim Reksrim Polsek Panakkukang mengecek CCTV gereja. Dari rekaman kamera pengintai, diketahui pelaku yang merupakan seorang lelaki.
Dari hasil identifikasi, dia bernama Jampardi alias Jampang (18), warga Adhyaksa Baru Lorong 4, Kelurahan Pandang. Perburuan pun langsung dilakukan. Jampang diketahui tengah berada di sebuah bengkel motor di samping gereja.
Proses penangkapan pun berlangsung dramatis. Pelaku yang mengetahui kedatangan polisi, mencoba untuk kabur. Ia berlari hingga Jalan Adhyaksa Baru Lorong 2.
Kanit Reksrim Polsek Panakkukang Iptu Ahmad yang memimpin proses penangkapan, bersama Kasi Humas Bripka Ahmada, Bhabinkamtibmas Kelurahan Masale Bripka Muh Ismail, Aipda Supriyadi Nurdin (Intel Polsek Panakkukang) serta piket Reskrim Bripka Muh Kazim, kemudian menyebar. Mereka membagi diri.
Pengejaran yang dibantu oleh warga itu akhirnya berbuah hasil. Jampang yang terkepung tak lagi mampu menghindar.
Penyergapan yang coba dilakukan Bripka Muh Ismail mendapat perlawanan. Pelaku mencoba menggigit jari Bripka Muh Ismail hingga terluka.
Petugas kepolisian yang telah dibekali dengan ilmu beladiri, berhasil mengunci kedua tangan pelaku. Dia pun berhasil dibekuk. Kemudian digelandang ke Mapolrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Irwan Anwar, mengatakan pelaku pembakaran berhasil diamankan 3 jam usai kejadian. ”Pertama-tama kami apresiasi personel Polsek Panakkukang yang berhasil mengungkap pelaku percobaan pembakaran,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan CCTV, pelaku awalnya memanjat tembok samping gereja di Jalan Adhyaksa Baru Lorong V. Kemudian berjalan di atas tembok. Selanjutnya membakar botol berisi bensin yang telah disiapkan. Kemudian melemparkannya kearah pintu. Setelah itu pelaku langsung kabur.
”Pelaku mengaku melakukan hal itu karena kesal. Dia kerap diperhatikan oleh warga. Katanya, warga curiga terhadap dia, jangan-jangan mau mencuri. Warga juga sering ronda dan memasang CCTV,” jelas Kapolrestabes.
Namun, pengakuan pelaku tak begitu saja dipercaya oleh polisi. Catatan hitamnya pun dibuka. Ternyata, Jampang merupakan residivis dalam kasus tindak pidana pencurian. (ish/rus)
Residivis Maling Kesal Selalu Diawasi
