Site icon Berita Kota Makassar

Ribuan Warga Maros Salat Id di Lapangan Pallantikang

A Pakistani Muslim prays for tsunami victims during the Friday noon prayer at a mosque in Islamabad, 07 January 2005. Pakistani people observed "Yom-e-Dua or "Prayer Day" across the nation to pray for the victims of the tsunami disaster, which has claimed so far 165,000 lives after it devastated the Asian coastline on 26 December 2004. AFP PHOTO/Jewel SAMAD

MAROS, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros memusatkan pelaksanaan salat Idul Adha di Lapangan Pallantikang, Rabu (22/8). Ribuan warga Maros memadati Lapangan Pallantikang sejak pukul 06.00 pagi.
Bupati Maros, HM Hatta Rahman turut berada di shaf pertama untuk melaksanakan salat Idul Adha di tribun VIP bersama Wakil Bupati Maros, HA Harmil Mattotorang serta jajaran Muspida, seperti Ketua DPRD Maros, AS Chaidir Syam, Dandim Maros, Letkol Kav Mardi Ambar, dan jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Maros.
Imam salat Id adalah Jamaluddin. Sedangkan khatib, Hamzah Hasan Haeriyah. Ustadz Hamzah membacakan hikmah Idul Adha dengan tema kiat sukses menghadapi zaman now dengan mencontoh Nabi Ibrahim AS.
”Di zaman now seperti sekarang, ibadah dan seleksi informasi menjadi andalan. Karena dengan era informasi seperti sekarang, tidak jarang orang terjebak dengan hal-hal yang bertentangan dengan agama. Maka sebagai orang yang beriman, kita harus memiliki kemampuan mengkritisi informasi. Tidak semua informasi dapat diterima dan disebarkan ke publik. Harus ada filter,” ujarnya.
UstadzHamzah mengatakan, contoh paling baik dalam menyaring informasi adalah Nabi Ibrahin. Nabi Ibrahim diketahui sangat selektif menerima informasi termasuk informasi yang berkaitan dengan kurban.
”Informasi tentang kurban setidaknya didapat Nabi Ibrahim tiga kali dengan berbagai macam media, dari mimpi, pendengaran, hingga pikiran,” bebernya.
Usai salat Idul Adha, bupati Maros melakukan open house di rumah jabatannya. (ari/mir/c)

Exit mobile version