Site icon Berita Kota Makassar

Soni Undang Tukang Becak ke Open House di Rujab

MAKASSAR, BKM– Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono menggelar open house di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Rabu (22/8). Open house dilakukan usai Soni melaksanakan salat Idul Adha di Lapangan Karebosi.
Open house di rujab kali ini tidak hanya dihadiri kepala daerah, pejabat, dan pegawai lingkup Pemprov Sulsel, namun juga dihadiri masyarakat umum. Khususnya para tukang becak yang kerap mangkal di sekitar rujab.
Open house digelar sejak pukul 09.00 wita.
Mereka disambut langsung oleh Soni Sumarsono dan isteri,Raden Roro Tri Rachayu. Aneka hidangan yang disiapkan bisa disantap sepuasnya.
Bukan hanya itu, saat akan pamit, para tukang becak itu diberi hewan kurban yang dipotong di area rumah jabatan.
“Saya bahagia Pak senang dapat daging kurban,” kata Pak Mali, salah seorang tukang becak yang beruntung bisa hadir di open house tersebut.
Panitia memang membagikan kupon daging kurban kepada tukang becak, kaum duafa dan kepada mereka yang kurang mampu.
Sebelum open house, Soni bersama Penjabat (Pj) Sekda Sulsel Tautoto Tanaranggina serta Wali Kota Makassar Danny Pomanto melaksanakan Salat Idhul Adha 1439 Hijriah di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (22/8).
Usai salat Id, Soni menyerahkan sapi kurban berjenis Simental dari Presiden RI Joko Widodo seberat 925 kg kepada panitia kurban di sana. Sapi tersebut berasal dari Kabupaten Maros.
Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Husain Syam, mengikuti pelaksanaan Salat Idul Adha 1439 H yang diselenggarakan di pelataran Menara Pinisi, Makassar.
Peringatan hari raya qurban 1439 ini turut dihadiri Wakil Rektor, Dekan lintas Fakultas, civitas akademika UNM, serta masyarakat umum. Khutbah Idul Adha disampaikan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Alauddin Makassar, Prof Natsir Siola dengan judul ‘Idul Quban sebagai wahana mewujudkan intergritas dan kepedulian kepada umat’.
Disebutkan, manifestasi ketaqwaan tercermin dari kisah kehidupan keluarga Nabi Ibrahim yang memberikan keteladanan kepada umat manusia.
“Setiap kali Idul Adha kita peringati, maka setiap itu pula kita akan teringat paling tidak kepada empat tokoh pameran yang menjadi latar belakang hari Raya terbesar ini, mereka adalah Nabiullah Ibrahim, Sarah, Ibnu Hajar dan Nabiullah Ismail,” jelas Prof Natsir dalam Khutbah Idul Adha.
Ia meminta kepada seluruh jamaah Shalat ied, agar lebih terangsang lagi untuk mengetahui lebih banyak akan keuntungan melalui upacara Idul Adha, dengan memyampaikan perjalanam Nabi Ibrahim mempersiapkan diri dan anaknya Nabi Ismail menjadi kader tangguh.
“Kisah ini menunjukkan kadar takwa dan keteladanan yang terkumulasi dalam perjalanan keluarga Ibrahim. Semoga kita tidak menganggap hari raya ini sebagai upacara ritual semata, tidak lebih dari sekedar mengenang Ibrahim yang dengan kepatuhananya rela mengorbankan anaknya meskipun Allah SWT kemudian mengganti dengan seekor kibas,” jelas pengampuh mata kuliah Filsafat Agama itu.
Setelah pelaksanaan salat Idul Adha dilanjutkan pemotongan hewan kurban dengan jumlah kurban sebanyak 63 ekor sapi dan 5 ekor kambing, dan dilanjutkan dengan silaturahmi di rumah jabatan rektor.
Pelaksanaan salat ied juga dilaksanakan di Lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas I Makassar berlangsung penuh haru dan suka cita. Momentum ini merupakan moment untuk berkumpul bersama keluarga. Menjelang terbitnya matahari ba’da sholat subuh para warga binaan berbondong-bondong mengisi shaf-shaf untuk salat Idul Adha sambil menyeruhkan takbir sembari mengagungkan Nama Allah SWT.
Pelaksanaan salat ied ini dilaksanakan di lapangan tennis Lapas Kelas I Makassar yang segala persiapannya dilakukan oleh warga binaan Lapas Makassar hingga yang menjadi imam pada merupakan narapidana Lapas Makassar yaitu drg Hasri yang merupakan pengurus masjid di Lapas Kelas I Makassar, sedangkan untuk pengisi khutbah shalat ied ini dari Dewan Syariah Wahdah Islamiyah, yang membahas tentang “Pengorbanan Berbuah Surga”. Pada khutbhahnya menjelaskan tentang pengorbanan Nabiyullah Ibrahim AS yang merelakan putranya Nabi Ismail AS untuk dikurbankan.
Hewan kurban yang akan dikurbankan di Lapas Makassar berjumlah 6 ekor sapi dan 2 ekor kambing.
“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar dan penuh suka cita, untuk Pengamanan Lapas Makassar juga berjalan dengan aman dan tertib sehingga warga binaan dapat focus beribadah,” ungkap Mutzaini.(jun-rhm)

Exit mobile version