MAKASSAR, BKM– Pemilih milenial pada Pemilihan Calon Legislatif (Pileg) April 2019 mendatang, menjadi perhatian bagi para petahana. Pasalnya, Pileg mendatang pemilih milenial merupakan salah satu penentu yang yang menggunakan logika.
Hal tersebut disampaikan dosen Unhas Sukri Tamma. Sukri menilai pemilih milenial merupakan segmen penentu lantaran pemilih ini cenderung memiliki logika untuk memilih sendiri. “Pemilih melenial yang hidup di era generasi saat ini cenderung melihat arena politik dalam kerangka kekinian dalam arti politik yang tepat bagi mereka,”ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/8).
Menurutnya, pemilih milenial lebih terbuka dan menerima generasi muda sebagai suatu bagian penting dalam masyarakat. Dengan demikian, baik caleg lama maupun pendatang baru akan dipaksa untuk mampu melakukan pendekatan dalam logika dan bahasa mereka. “Caleg yang mampu menghadirkan image tersebut nantinya akan lebih mudah diterima dibanding mereka yang masih dianggap memakai model pendekatan politik yang dianggap kaku dan tidak memenuhi ekspektasi generasi milenial ini,”jelasnya.
Hal ini juga mencakup bagaimana para caleg dapat mengintegrasikan dirinya dalam kerangka generasi Gadget dan Sosial Media (Sosmed). “Kalau pilihan caleg lama atau yang baru, saat ini ada kecenderungan pemilih milenial menunggu hal-hal baru yang menarik dari para caleg baru mengingat mereka sudah melihat sepak terjang dari para caleg lama,”ucapnya.
Ia pun juga menjelaskan, jika para caleg lama mampu menunjukkan suatu penyesuaian image agar lebih sesuai maka bukan tidak mungkin. Mereka tetap dapat meraih simpati segmen pemilih tersebut. “Jika tidak dan para caleg pendatang baru mampu menawarkan suatu model pendekatan baru maka mereka kemungkinan dapat memaksimalkan segmen ini,”tuturnya. (ita/rif/c)