Site icon Berita Kota Makassar

Legislator Buru Hotel dan Restoran Tunggak Pajak

MAKASSAR, BKM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mengagendakan untuk memanggil Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Mereka ingin mempertanyakan realisasi pajak oleh Bapenda dalam setengah tahun 2018.
Ketua Komisi B DPRD Makassar HM Yunus, mengakui bahwa dari 588 hotel dan 1.935 restoran yang beroperasi di kota ini, belum ada laporannya yang masuk. Khususnya yang terkait soal tunggakan. Untuk memastikannya, dewan telah mengagendakan pemanggilan Bapenda guna memburu hotel dan restoran penunggak pajak. Apalagi ada penurunan target realisasi dari tahun 2017 ke 2018 sebesar 30 persen.
“Belum ada laporannya yang disetor sampai sekarang. Kita akan memonitor dalam 1-2 hari ke depan ini. Sudah ada jadwalnya kita susun tadi (kemarin). Memang sangat banyak kejanggalan. Makanya kita akan panggil lagi, agar bisa diketahui hotel dan restoran mana saja yang menunggak,” ujar HM Yunus usai rapat di DPRD Makassar, Kamis (23/8).
Legislator Fraksi Hanura ini melanjutkan, Bapenda perlu mempertegas penarikan pajak dari hotel dan restoran, setelah adanya penurunan target.
Anggota Komisi B DPRD Makassar Mario David, menyebut realisasi pajak hotel dan restoran di Bapenda menunjukkan hasil yang baik. Hal itu mengacu pada monitoring yang dilakukan sebelumnya. Hanya saja, belum diperiksa secara detail perihal hotel dan restoran yang menunggak.
“Ada beberapa capaian di Bapenda yang menjadi sorotan kita. Seperti pajak restoran itu, tidak ada yang menunggak dan target pajaknya kita turunkan hingga 30 persen,” katanya.
Legislator Fraksi Nasdem ini mengungkap, dari monitoring yang dilaksanakan bersama Bapenda kemarin, tunggakan pajak yang terjadi disebabkan adanya praktik perang harga di kalangan hotel. Sehingga ada beberapa hotel yang minim pemasukkan. Karenanya ada pengurangan setoran pajak.
”Ada masukan dari PHRI, okupansi hotel dan restoran sedikit agak turun. Kemudian mereka juga perang harga. Ini yang harus kita sikapi,” tandasnya.
Mario mengakui, ada 20 hingga 30 hotel yang diduga menunggak pajak dan menjadi catatan dewan. “Itu baru dugaan. Kita melihat ada beberapa hotel. Kita minta jangan dratis turunnya. Nanti kita akan bahas lebih lanjut minggu ini,” kuncinya. (ita/rus)

Exit mobile version