Site icon Berita Kota Makassar

Dewan: Jangan Lagi Ada Penurunan

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, mengharapkan tidak ada lagi penurunan Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Makassar, Iqbal Djalil, bahkanmembeberkan soal realiasasi PBB tahun ini diharapkan ada kenaikan dari Bapenda. Sebab dari target tahun 2017 sebesar Rp155 milliar yang tercapai hanya sebesar Rp146 miliar artinya ada penurunan sebesar 6 persen.
“Kita belum masuk sampai pertengahan tahun ini, tapi tahun lalu tidak mencapai 100 persen, ada data saya itu. Nah, itu kita minta untuk tahun ini kalau sudah Rp42 miliar, tapi ini belum kita tau yah benar pastinya, semoga sampai akhir tahun bisa mencapai, bahkan melebihi target sebelumnya,” ungkapnya.
Lanjut legislator Fraksi PKS Makassar ini bahwa jika realisasi pajak PBB baru mencapai 42 miliar artinya setengah dari target belum dipenuhi Bapenda. Hal inilah yang mendorong dewan untuk menggenjot Bapenda lebih bekerja dalam penerikan pajak PBB di Makassar.
“Sampai Agustus baru Rp42 miliar itu baru sedikit belum 50 persen. Tapi bagaimana-bagaimananya nanti kita panggil dululah mereka untuk tahu lebih pasti realisasinya, supaya kita juga punya data pasti,” ujarnya.
Hanya saja, Iqbal menambahkan akan menagih janji Bapenda untuk melebihi target pajak PBB di triwulan kedua diatas 50 persen dan di triwulan ketiga sebesar 70 persen. Ia juga menyarankan untuk memaksimalkan penagihan pajak di akhir bulan Agustus.
“Kalau banyak tunggakannya kasih sanksi saja, yang kita ingin bagaimana target ini tercapai, karena belakangan ini beberapa objek pajak kita ada penurunan seperti restoran, hotel, sarang walet dan lainnya,” katanya.
Hal senada dikatakan anggota Komisi B DPRD Makassar, Abd Kadir. Menurutnya, ia belum mengetahui secara pasti jumlah keseluruhan PBB. Namun hasil realisasi pajak PBB dari 15 kecamatan baru mencapai Rp42 miliar itu menunjukkan ada sedikit peningkatan, sebab tahun lalu di triwulan kedua Bapenda hanya mampu mencapai 20 persen lebih.
“Kalau sudah mencapai itu saya kira sudah lumayan, tapi kan kita belum tahu bagaimana realisasi per semester. Tapi saya pikir kalau PBBnya sudah membaik dari tahun ke tahun,” bebernya.(ita-jun)

Exit mobile version