BULUKUMBA, BKM — Dunia pendidikan kembali tercoreng. Kali ini terjadi di Kabupaten Bulukumba. Seorang pendidik berinisial Aw diciduk polisi setelah dilaporkan melakukan tindakan tak senonoh kepada dua orang siswanya Bunga dan Mawar (samaran).
Tindakan menyimpang sang guru terjadi sejak April lalu. Kedua siswinya ini mengaku selalu diremas dan dicium oleh sang guru. Kasus ini baru terungkap setelah korban meminta pindah ke sekolah lain karena sudah tidak tahan dengan prilaku Aw.
Bahkan awal Agustus lalu Bunga lagi-lagi mendapat perlakukan tidak senonoh dari sang guru. Korban saat itu diminta membersihkan ruangan dapur sekolah, tiba-tiba didatangi pelaku. Memeluk dan mencium dan meraba korban. Tak sampai disitu keesokan harinya korban kembali mendapatkan perlakuan serupa.
“Bunga minta pindah sekolah, saat ditanya alasannya korban mengaku karena selalu dapat perlakuan tidak menyenangkan oleh guruya. Bahkan sudah lebih dari satu kali,” ujar Syah kerabat korban saat mendampingi melapor ke Mapolres Bulukumba.
Pihak sekolah mengaku keluarga korban telah melaporkan kasus ini ke Mapolres. Menurutnya, kasus ini telah dilimpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bulukumba.
”Orang tuanya menghadap dan melaporkan oknum guru. Bunga dan Mawar kerap diraba-raba dan dicium sejak bulan April. Kita serahkan sepenuhnya kepada polisi,” ujar Kepsek. (min)
Guru Cabul Diciduk Polisi
