Site icon Berita Kota Makassar

BPTD Diminta Evaluasi Amdal Lalin Tol Layang

MAKASSAR, BKM — Kemacetan semakin parah terjadi di Jalan AP Petta Rani dan Tol Reformasi. Khususnya pada ruas yang mengalami penutupan akibat pengerjaan tol layang.
Hingga kemarin, penutupan jalan sudah dilakukan dari arah flyover hingga ke depan Gedung PWI Sulsel. Pada saat jam-jam sibuk, khususnya berangkat dan pulang kantor, kendaraan yang lewat di sepanjang jalan itu butuh waktu yang cukup lama untuk menembus kemacetan.
Melihat kondisi itu, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XIII berencana akan melakukan konsultasi dengan Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIX.
Kepala Bidang Pembangunan BBPJN XIII Rahman Jamil, berharap BPTD bisa mengevaluasi amdal lalin tol layang Petta Rani.
“Kita berharap amdal lalin bisa dievaluasi sesuai dengan kondisi di lapangan. Mungkin dalam waktu dekat, setelah melihat kondisi lapangan, akan dibuatkan simulasi lagi. Sama seperti yang dilakukan terhadap underpass ketika dibangun,” ungkap Rahman, Senin (27/8).
Sementara itu, Direktur Utama Bosowa Marga Utama Nusantara Anwar Toha, menjelaskan untuk menghindari kemacetan parah di ruas AP Petta Rani, sejak pekan lalu masyarakat diimbau supaya sedapat mungkin mencari jalur alternatif. Utamanya saat jam-jam sibuk. Jangan sampai menambah beban jalan tersebut pascaterjadi penyempitan setelah dua lajur ditutup.
Anwar mengklaim, setiap saat sejumlah pihak terkait terus memantau aktifitas pergerakan kendaraan di sana untuk melihat seperti apa kondisinya. Pantauan juga dilakukan untuk melihat apa yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kepadatan lalulintas.
Setelah mempelajari selama beberapa hari ini, menurut Anwar, satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menambah timing atau waktu untuk lampu hijau agar kendaraan bisa jalan lebih banyak.
“Sekarang ini yang kelihatan, menurut pengamatan kami, lampu pengatur lalulintas (traffic light) yang menempel di flyover itu cukup singkat. Dari arah tol misalnya, hanya sekitar 17 detik saja lampu hijaunya,” ungkap Anwar.
Dengan volume kendaraan yang cukup padat, hanya sedikit kendaraan yang bisa melewati lampu hijau. Sementara untuk kendaraan yang berada di baris kesepuluh, ketika lampu sudah merah kembali, belum bergerak sama sekali.
“Ini mungkin yang akan kami usulkan ke instansi terkait supaya durasi untuk lampu hijau bisa ditambah,” kata Anwar Toha.
Saat ini, aktifitas fisik terus digenjot untuk pembangunan jalan tol layang tersebut. Kontraktor pelaksana, dalam hal ini Wijaya Karya (Wika) sementara melakukan borpile sebagai persiapan untuk pemasangan tiang pancang.
Untuk penutupan badan jalan, kata Anwar, pihaknya tetap melakukan pengkondisian. “Kita terus menggenjot pekerjaan supaya berjalan sesuai jadwal,” pungkasnya. (rhm/rus)

Exit mobile version