Site icon Berita Kota Makassar

Dewan Temukan Pangkalan Bermain

LUWU, BKM — DPRD menemukan adanya oknum pengelola pangkalan bermain dalam distribusi elpiji 3 kg.

Anggota DPRD Luwu dari PDIP Admiral Kaddiraja berang saat turun ke lapangan menemukan adanya oknum Agen dan pangkalan yang melakukan penjualan elpiji 3 Kg tak sesuai peruntukannya “Ini menyebabkan konsumen tak kebagian elpiji bersubsidi” tandas Admiral.
Menurut Admiral, agen dan pangkalan menjualnya ke pihak pengusaha. “Temuan saya distribusinya tidak tepat sasaran. Banyak pengusaha pakai elpiji 3 kg seperti pengusaha ayam potong. Pemakaiannya juga tidak sedikit, kadang sampai 40 tabung,” ujarnya.
Kelangkaan elpiji 3 kg di Kabupaten Luwu menyebabkan kepanikan warga. Dalam waktu dekat dewan akan meninjau ke agen dan pangkalan selaku penyalur elpiji 3 kg.
Pada Selasa (28/8) kemarin Komisi II DPRD Luwu melakukan pertemuan dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu membahas kelangkaan elpiji. Petemuan dipimpin Wakil Ketua DPRD Luwu Ikhsan Sunusi, Ketua Komisi II Muhammad Ihlas, anggota DPRD Luwu Ansar Pandaka, Shoilikha Hasjum, Admiral Kaddiraja dan Sugiman Janong.
Kabid Usaha Dinas Perdagangan Luwu, Husna Sunusi mengatakan, untuk usaha mikro dalam aturan diperbolehkan menggunakan gas melon asalkan omzetnya dibawah Rp 300 juta.
“Kalau untuk usaha mikro memang ada aturannya kekayaan dibawa Rp 50 juta dan omzet Rp 300 juta itu bisa,” jelas Husna.
Husna mengakui saat meninjau ke pangkalan
elpiji yang masuk langsung didistribusikan ke pengecer. Akibatnya konsumen mendapati harga jauh dari HET Rp 17.200 per tabung. (wan/C)

Exit mobile version