MAKASSAR, BKM — Kelompok terbang (kloter) 1 jamaah haji debarkasi Sultan Hasanuddin tiba dengan selamat di Makassar, Selasa sore (28/8). Pesawat Garuda yang membawa para jamaah asal Kota Makassar itu mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sekitar pukul 16.20 Wita. Selanjutnya, menggunakan bus diantar ke Asrama Haji Sudiang untuk dijemput keluarga masing-masing.
Mereka yang baru saja menunaikan ibadah haji itu tiba di asrama haji sekitar pukul 17.15 Wita. Kedatangannya molor tiga jam dari jadwal seharusnya.
Rombongan jamaah haji ini diterima langsung sejumlah petinggi Sulsel. Di antaranya Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi Sulsel Tautoto Tana Ranggina, Kapolda Irjen Pol Umar Septono, anggota DPRD Sulsel Abdul Rajab, Kakanwil Kemenhumkam Sulsel Imam Suyudi, Kakanwil Kemenag Sulsel Anwar Abubakar, Plt Kepala Dinas Kesehatan Bachtiar Baso dan Kepala Biro Kesra Suherman.
Ribuan keluarga jamaah menunggu kedatangan keluarganya yang pulang berhaji terpaksa harus bersabar menunggu. Saat jamaah haji tiba di asrama, para penjemput banyak yang berdesakan dari balik pagar. Bahkan ada yang memaksa untuk masuk ke asrama.
Turun dari bus, beberapa jamaah yang kondisinya kurang fit alias sakit langsung dilarikan ke klinik asrama haji guna mendapatkan pertolongan.
Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar Kaswad Sartono, mengatakan jamaah haji kloter I ini keseluruhannya berjumlah 455 orang. Namun saat akan berangkat ke Makassar, ada satu jamaah yang mengalami sesak nafas sehingga tidak laik terbang.
Kebetulan ada dua keluarga jamaah yang sakit itu tergabung dalam kloter 1. Keduanya memutuskan tidak ikut pulang ke tanah air untuk mendampingi jamaah yang sakit tersebut.
“Jadi ada tiga seat (kursi) yang kosong. Sehingga total jamaah yang tiba hari ini sebanyak 452 orang,” ungkap Kaswad.
Dia melanjutkan, berdasarkan catatan dan laporan dari Tanah Suci, total jumlah jamaah haji embarkasi Makassar yang wafat di sana sebanyak 10 orang. Sementara ada satu orang yang meninggal sebelum diberangkatkan. Sehingga total jamaah embarkasi Makassar yang meninggal berjumlah 11 orang.
Angka tersebut, ungkap Kaswad, lebih sedikit dibanding tahun lalu.
“Kalau tidak salah, jamaah yang meninggal untuk embarkasi Makassar tahun lalu sebanyak 42 orang. Itu berarti ada peningkatan kualitas pelayanan maupun kondisi kesehatan para jamaah,” jelas Kepala Bidang Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel itu.
Total jamaah haji embarkasi Makassar yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini sebanyak 15.861 orang.
Terkait keterlambatan jamaah haji tiba di Makassar, Kaswad menjelaskan para jamaah haji kloter I Embarkasi Makassar baru bisa take off di Bandara King Abdul Azis Jeddah pada pukul 23.10 Wita, Senin (27/8). Biasanya kloter pertama akan delay. Itu diakibatkan karena hampir seluruh negara memulangkan kloter I-nya secara bersamaan. Sementara gate atau pintu di bandara terbatas.
Bagi jamaah yang meninggal di Tanah Suci, tambah Kaswad, tidak ada yang dipulangkan ke tanah air. Semua dikuburkan di sana, karena sudah menjadi kewajiban Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan jenazah.
Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Tautoto Tana Ranggina mengucapkan selamat datang kepada para tamu Allah tersebut. Dia meminta maaf, karena tidak diterima langsung oleh Pj Gubernur Soni Sumarsono. Sebab ada agenda lain yang mesti ditunaikan.
Dia berharap jamaah haji yang telah melaksanakan rukun Islam kelima ini menjadi haji mabrur.
“Selamat datang kembali di tanah air, semoga jadi haji yang mabrur. Selamat sampai kembali ke rumah. Salam untuk keluarga. Saya mewakili Pak Gubernur mengucapkan selamat atas ibadah hajinya,” kata lelaki yang akrab disapa Toto itu. (ita-rhm/rus)
Kloter I Jamaah Haji Makassar Molor 3 Jam
