SIDRAP, BKM — Sungai Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase mengalami kerusakan akibat ulah para penambang pasir galian C. Sepanjang jalur sungai rusak mulai dari bawah bendungan hingga ke hilir sungai.
“Aliran sungai di Bila rusak parah akibat penambangan pasir,” ujar Koordinator Aliansi Masyatakat Peduli Sungai Bila, Andi Tenri Sangka, Selasa, (27/8).
Andi mendesak pemerintah dan aparat turun ke lokasi memantau aktifitas pertambangan pasir yang sudah meresahkan warga setempat karena merusak lingkungan dan sejumlah fasilitas umum.
“Kalau itu roboh, ada sekitar 50 ribu hektare persawahan ditambah percetakan sawah baru yang tidak terairi akibat hal tersebut,” tegasnya.
Kades Bila Riase, Sirajuddin mengaku keluhan warganya itu sangat perlu direspon oleh pihak pemerintah daerah dan aparat.
“Selaku pemerintah setempat kami sangat respon keluhan dan keresahan warga atas ulah penambang pasir yang merusak lingkungan dan sejumlah fasilitas umum,” jelasnya.
Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup Sidrap, Hj Aryani yang dihubungi terpisah mengaku akan turun ke lokasi meninjau langsung. (ady/C)
