Site icon Berita Kota Makassar

Pemkab Maros Luncurkan Inovasi Baru

MAROS, BKM — Untuk mewujudkan Maros sebagai Kabupaten Literasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros meluncurkan sebuah inovasi baru dalam dunia kepustakaan. Yakni Perpustakaan Daring atau online. Dengan inovasi ini, warga tidak harus datang ke perpustakaan daerah untuk membaca. Cukup memiliki kartu anggota elektronik, warga sudah bisa mengakses seluruh buku yang dimiliki Perpustakaan Daerah Maros.
Inovasi ini pertama kali diluncurkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Maros saat upacara di Lapangan Pallantikang, Senin (27/8). Peluncuran ini ditandai dengan pemberian kartu anggota elektronik kepada Bupati Maros, Hatta Rahman, Wakil Bupati Maros, Harmil Mattotorang serta beberapa pejabat daerah oleh Kadis Perpustakaan, Muhammad Alwi.
”Kartu anggota elektronik ini adalah langkah awal kita menjadikan perpustakaan daring atau online. Jadi warga tidak usah repot ke perpustakaan lagi kalau mau baca buku. Cukup dengan laptop atau android dan kartu anggota, buku-buku di perpustakaan kami sudah bisa diakses,” kata Alwi.
Menurutnya, meski perpustakaan daring bukan lagi hal baru di zaman digital, namun hal ini merupakan sesuatu yang baru di Maros maupun di Sulsel. Ke depannya, kartu anggota ini akan diluncurkan dalam dua jenis, yakni untuk masyarakat umum dan pelajar.
Banyak kelebihan yang akan diperoleh dengan sistem perpustakaan daring ini. Selain bisa diakses dimana dan kapan saja, masa tenggang peminjaman dan juga jenis buku yang akan dibaca tidak akan dibatasi lagi, seperti pada perpustakaan konvensional sebelumnya.
“Kedepannya kami akan meluncurkan dua jenis kartu. Yakni untuk Pelajar dan umum. Semua kartu ini fasilitasnya sama. Nah bagi yang mau memiliki kartu ini, silahkan datang ke Perpustakaan mendaftarkan diri secara gratis. Kita berharap dengan inovasi ini bisa makin meningkatkan minat membaca kita,” ujarnya.
Saat ini, Perpustakaan Daerah Maros telah memiliki 15 ribuan judul buku yang nantinya akan bisa diakses di perpustakaan daring. Selain inovasi itu, pihak perpustakaan juga secara aktif membagikan buku-buku kepada komunitas literasi yang ada di Maros dan mengatifkan perpustakaan keliling.
”Intinya, kita ingin seluruh lapisan masyarakat bisa semakin sadar pentingnya buku sebagai jendela ilmu pengetahuan. Karena di ajaran agama pun, memerintahan kita untuk terus belajar tanpa melihat umur. Membaca harus menjadi budaya kita kedepannya,” kata Hatta Rahman. (ari/mir/c)

Exit mobile version