MENJADI wirausaha muda dan sukses adalah mimpi Masita R Pasannai. Jenis usaha kuliner Cafe and Resto menjadi targetnya sekarang ini. Namun untuk memulainya tentu harus dimulai ekstra kerja keras demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah jadi modal dana yang tidak sedikit nilainya.
Laporan: ARIF AL QADRY
Bagi perempuan yang karib disapa Decha, semua orang berhak memiliki mimpi serta cita-cita, termasuk tujuan hidup. Begitupun dengan pilihannya bekerja di Princess Syahrini Family Karaoke di Jalan Sultan Alauddin. Dia menyebut selain telah menjadi passion mencari nafkah, juga sebagai proses hasil perjalanannya kelak kemudian hari.
Tidak pernah sekalipun malu apalagi risih atas kicauan-kicauan orang-orang, termasuk persepsi nilai negatif dari orang-orang atas pekerjaannya ini. Selagi masih berada jalur baik dan halal, semua akan terus ditekuni dan dikerjakan. Justru perempuan berkelahiran Ujung Panjang, 25 Januari 1994 ingin mengubah persepsi atau segala citra negatif para pekerja hiburan dimulai dari perlakuan darinya.
Dia pun bersyukur, orang tua serta saudaranya sangat mendukung pekerjaan yang ditekuni saat ini. Semangat dan nasihat tidak henti disampaikan keluarga terutama ibunya. Dari pesan-pesan itulah menjadi pondasi bekerja baik dan menjaga diri.
“Sayakan senang musik, dan ditempat kerja ini saya bisa dengar dengar musik. Uang saya dapat dengan cara baik dan halal bekerja disini. Cukup saja menjaga diri dengan mengingat pesan dari ibu saya,” katanya.
Dalam kisahnya, Decha yang merupakan warga di Jalan Mellengkeri mengaku sering digombal oleh pengunjung-pengunjung. Bukan hanya sekali saja, tapi sudah berkali-kali termasuk meminta nomor telepon. Semua itu adalah konsekuensi dari pekerjaannya dan harus dibalas secara baik dan sopan dengan senyum.
“Minta nomor telepon paling sering tapi saya tidak kasih kalau memang bukan untuk urusan kerjaan. Saya tetap ramah bagaimanapun perlakuan pengunjung terhadap saya karena demi menjaga hubungan dengan pengunjung biar kembali lagi datang ke tempat ini,” tambahnya.
Tahun 2014, Decha penah bekerja di tempat karaoke di Jalan Nusantara. Ia bekerja di tempat tersebut selama tiga tahun sampai 2016. Alasannya keluar dari tempat karena ingin menjaga nenek nya yang pada waktu itu sedang jatuh sakit. Pihak manajemen perusahaan bisa memahami kondisi Decha dan bahkan sering menelepon Decha untuk kembali bekerja usai pengunduran dirinya.
Tidak ingin berlarut-larut nganggur saat neneknya telah sehat, dia kemudian membuat lamaran lalu mengajukan lamaran kerja nya di Princess Syahrini Family Karaoke. Masih satu manajemen dengan tempat dulunya bekerja.
“Sekitar satu tahun tidak bekerja, saya kemudian buat dan ajukan lamaran disini. Masih satu manajemen tempat saya dulu bekerja. Alhamdullah siang saya bawa lamaran, malam saya dipanggil wawancara dan langsung diterima,” akunya.
Ada dua waktu kerja ditempat kerjanya ini, pertama pagi dari pukul 10:00-19:00 dan kedua masuk pukul 17:00-02:00 dini hari. Baik laki-laki dan perempuan wajib ikut jam kerja malam. Sedangkan waktu liburnya dalam seminggu satu kali secara bergiliran. Untungnya jarak antara rumah dan tempat kerjanya tidak begitu jauh, sehingga hanya 20 menit sudah sampai.
“Gaji tetap sebagian besarnya saya bagikan kepada ibu apalagi sudah tidak ada mi bapak. Saya ambil cukup buat jajan saja dan kalau ada lebih saya tabung untuk buat usaha nantinya,” tutupnya. (*)
