Site icon Berita Kota Makassar

Dua Istri Bupati Bersaing dengan SYL dan Akbar Faisal

MAKASSAR, BKM–Dua istri bupati harus bekerja ekstra jika ingin meraih suara terbanyak dan lolos menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada pemilu legislatif (Pileg) 17 April 2019 mendatang.
Keduanya masing-masing istri Bupati Barru Suardi Saleh yakni Hj Hasna Syam serta istri Bupat Wajo Amran yakni Hj Siti Maryam. Kedua istri bupati tersebut bertarung lewat Partai Nasdem di daerah pemilihan (Dapil) Sulsel II meliputi kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Parepare, Barru, Pangkep dan Maros.
Dua bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) ini akan menghadapi sedikitnya empat politisi tangguh yang juga memiliki elektoral yang bagus yakni Akbar Faisal sang petahana, mantan Gubernur Sulsel dua periode Syahrul Yasin Limpo, mantan Kadis Pertanian Sulsel yang pernah bertarung di Pemilihan Bupati Soppeng Luthfi Halide serta mantan calon Wali Kota Parepare Faisal Andi Sapada.
Meski demikina, terkait peluang masing-masing Wakil ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulsel M Rajab menilai jika mereka (Dua istri bupati,red) memiliki keunggulan masing-masing. “Poinya sekarang seberapa besar upaya mengeksplorasi keunggulan politik yang dimiliki untuk bisa mendapatkan suara yang lebih besar. Mereka memiliki peluang yang sama,”ujar rajab, Jumat (31/8)
Pemerhati politik dari Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir mengaku melihat diinternal Partai Nasdem terdapat dua nama yang memiliki peluang lebih besar yakni Syahrul Yasin Limpo dan Akbar Faisal. Menurut Suwadi, keduanya yang masih lebih besar peluangnya untuk terpilih, “Saya melihat Pak Syahrul dan Akbar Faisal yang memiliki peluang lebih terbuka untuk duduk di Senayan. Sebab keduanya lebih populer dan mimiliki jaringan serta ketokohan,”ujar Suwadi, Jumat (31/8).
Dosen politik dari Unibos Dr Arief Wicaksono juga memprediksikan bila keduanya masih sulit menyaingi popularitas SYL.
“Menurut saya belum bisa mengalahkan figur seperti SYL. Alasannya karena istri-istri kepala daerah itu tidak sama kualitas dan skill serta basis dukungannya dengan suami-suaminya dalam hal pilihan masyarakat. Pasti ada dukungan dari suami, tapi belum tentu juga bisa maksimal. Makanya saran saya, ya maksimalkan jaringan suami, baik jaringan politik dan sosial, dan yang paling penting adalah, sering-sering turunlah kebawah, kemasyarakat di dapil masing-masing, supaya masyarakat juga mengenal calon pilihannya,”ujar Arief Jumat kemarin. (rif)

Exit mobile version