TAKALAR, BKM–Serangkaian kegaduhan dalam birokrasi pemerintahan mulai dari level kabupaten hingga tingkat desa terus mewarnai jalannya pemerintahan di Kabupateh Takalar. Setelah ratusan ASN dimutasi dan didemosi tanpa melalui pertimbangan dan etika ASN, kini kisruh juga terjadi di level desa. Puluhan staf dan aparat desa serta beberapa kepala dusun di Desa Pattinoang, Kecamatan Galesong dicopot oleh Pelaksana Tugas (plt) Kepala Desa.
“Pencopotan secara berjamaah dilakukan oleh Plt Kades karena kami meminta gaji kami selama enam bulan dibayarkan, mungkin masalah ini yang tidak diterima sehingga kami dipecat sebagai staf aparat desa,” Kata Saharuddin, korban pencopotan yang juga Kepala Dusun Tamadampeng, Sabtu (1/9).
Akibat pencopotan berjamaah tersebut, kantor Desa Pattinoang disegel oleh warga setempat sebagai bentuk aksi perlawanan terhadap arogansi plt Kades.
“Kami tidak menerima pencopotan ini, terpaksa kami menyegel kantor desa dan kami akan membuka kembali kantor desa tersebut, jika gaji selama enam bulan dibayarkan utuh,” Kata Hasmawati, korban pencopotan.
Terpisah, mantan Kepala Desa Pattinoang, Irwan Tarang yang dikonfirmasi sekaitan aksi pencopotan plt Kades membenarkan hal tersebut. “Iya, kantor desa disegel karena mereka diganti, juga sangat disayangkan karena gaji aparat desa belum dibayarkan,” tandas Irwan Tarang. (ari irawan)
